Pemprov: Jatim Bebas Beras Sintetis!

Amaluddin    •    Rabu, 20 May 2015 21:36 WIB
beras
Pemprov: Jatim Bebas Beras Sintetis!
Salah seorang pedagang memperlihatkan jenis beras sentra ramos yang diduga dicampur bahan sintetis, di Pasar Tanah Merah, Mutiara Gading Timur, Mustika Jaya, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (19/5). Foto: Antara/Risky Andrianto

Metrotvnews.com, Surabaya: Pemerintah Jawa Timur memastikan beras impor sintetis tidak masuk ke pasar Jawa Timur. 

Tim terpadu yang terdiri dari Disperindag, BPOM, Bulog, Dinas Pertanian, dan Kepolisian Kota besar Surabaya langsung menyisir gudang-gudang impor hingga beberapa pusat pasar beras di Surabaya untuk memastikan beras sintetis.

"Di gudang-gudang impor juga kita cari. Kalau lewat Jatim saya rasa tidak ada. Sebab, kita ada izin bongkar. Mulai beras, gula, dan garam itu masih kita awasi dari awal datang. Jadi, kita berharap tidak ada temuan di Jawa Timur," kata Kepala Seksi Pengawasan Barang Edar dan Perlindungan Konsumen, Disperindag Jawa Timur, Eka Setyabudi, usai memimpin sidak di Pasar beras Bendul Merisi Surabaya, Rabu (20/5/2015).

Dia menegaskan proses masuknya barang impor sudah melewati pemeriksaan dan harus memiliki izin bongkar. Oleh sebab itu, pihaknya optimistis Jawa Timur terbebas dari masuknya beras impor yang diduga sintetis tersebut.

Sidak itu dilakukan di empat pasar yakni Pasar Bendul Merisi, Pasar Wonokromo, Pasar DTC, dan Pasar Tembok. Pihaknya menyatakan belum menemukan ciri-ciri beras sintetis tersebut. 

"Tadinya ada informasi kalau ada yang mengambang kalau dimasukkan ke dalam air. Tapi, setelah beberapa kali diuji, berasnya tenggelam. Jadi, kita masih periksa terus," katanya.

Eka mengatakan, dalam pengawasan ini, pihaknya sangat hati-hati dalam memutuskan apakah itu beras sintetis atau tidak. Bila ada yang cirinya mirip atau mendekati, maka akan dibawa untuk diuji ke laboratorium milik Bulog. 

Eka berjanji akan menindak tegas jika menemukan beras sintetis di pasaran. Bahkan, Eka akan membawanya ke rana hukum untuk ditindak.

"Jika terbukti ini beras sintetis, maka akan kita tindak. Kalau ada yang melanggar kita jerat dengan undang-undang perlindungan konsumen. Kalau berkaitan dengan pangan maka undang-undang pangan. Kita juga kerjasama dengan kepolisian ini," tandasnya.

Kepala Kepolsian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) Irjen Pol Anas Yusuf mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan langkah-langkah antisipasi peredaran beras pelastik.

"Kita juga sudah turunkan Satgas Khusus Polda Jatim, dan kita juga memberikan perintah ke jajaran untuk berkoordinasi dengan instansi terkait guna melakukan operasi pasar sebagai langka preventif," kata mantan Wakabareskrim, Mabes Polri, itu 

Anas menegaskan jika nantinya dalam operasi pasar ini ditemukan adanya beras sintesis atau plastik, maka akan dilakukan proses penyidikan, khususnya untuk mengetahui sumber dari beras tersebut.

"Beras sintesis atau pelastik ini sangat berbahaya bagi kesehatan, jadi perlu kita beri atensi," jelasnya. 

Anas menghimbau kepada masyarakat Jawa Timur untuk tidak resah. Anas memastikan Jawa Timur aman dari beras plastik.

"Laporan sementara, Insya Allah di Jatim aman dari beras sintetis ini. Tetapi kita tetap akan melakukan pengawasan secara ketat," pungkasnya.



(UWA)

Vonis untuk Novanto (3)

Vonis untuk Novanto (3)

6 hours Ago

Skenario Setya Novanto untuk menghindarkan diri dari jerat KPK semakin jelas. Setidaknya itulah…

BERITA LAINNYA