Dua Hari Lagi, Jamaah Tertahan di Arab Saudi Bisa Pulang

Fajar Nugraha    •    Kamis, 21 May 2015 07:20 WIB
wni tertahan di jeddah
Dua Hari Lagi, Jamaah Tertahan di Arab Saudi Bisa Pulang
WNI banyak yang melakukan ibadah Umrah ke Makkah (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Jeddah: Akibat ulah perusahaan travel,  49 jamaah tersandera di Jeddah, Arab Saudi sejak pertengahan Mei 2015. Namun pihak Konsulat Jenderal RI di Jeddah mengatakan jamaah itu akan segera pulang.

Ke-49 WNI tersebut berangkat umrah bersama travel Jaya Mandiri Bersama Indonesia (JMBI). Dari 49 jamaah, 15 di antaranya berangkat dari Indonesia pada 5 Mei 2015 dan berencana pulang pada 14 Mei 2015.

"Alhamdulillah kondisi mereka baik. Insya Allah dalam dua hari ini bisa kembali ke Tanah Air. Kami sedang upayakan tiketnya," ujar Konsul Jenderal Jeddah Dharmakirty Syailendra Putra, saat dihubungi Metrotvnews.com, Kamis (21/5/2015).

Sebelumnya, berdasarkan keterangan tertulis dari salah satu pihak keluarga, tidak ada dari pihak travel yang mendampingi jamaah selama perjalanan umrah. Dhamarkirty pun mengakui bahwa pihak travel JMBI tidak bisa dihubungi.

"Sampai saat ini, pihak travel tidak bisa dihubungi. Wewenang otoritas di Jakarta yang akan menindak travel itu, apalagi travelnya tidak punya izin," imbuh Dhamarkirty.

Selama di Jeddah ke-49 jamaah WNI itu hanya dititipkan oleh pihak travel kepada orang-orang tertentu yang tidak terkait dengan perusahaan itu.

Tetapi KJRI terus berupaya memberikan bantuan kepada WNI. Ini termasuk menghubungi pihak berwenang di Arab Saudi.

"Kami terus memberikan bantuan menyelesaikan masalah. Menghubungi pihak-pihak terkait di Arab Saudi dan pihak travel serta mengupayakan agar mereka segera bisa kembali ke Tanah Air," tutupnya.

Jamaah yang tertahan itu pada dasarnya bersedia untuk kembali dengan membeli tiket pulang sendiri. Namun mereka tidak bisa membeli tiket, karena paspor ditahan oleh pihak hotel terkait pembayaran yang belum diselesaikan oleh pihak travel.


(FJR)

Aset Novanto Terancam Disita KPK

Aset Novanto Terancam Disita KPK

1 hour Ago

Penyitaan dilakukan untuk membayar sisa uang pengganti kerugian negara atas korupsi KTP-el, yan…

BERITA LAINNYA