Mantan Dirut Garuda Ditunjuk Jadi Chairman MatahariMall

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 21 May 2015 09:59 WIB
lippo grup
Mantan Dirut Garuda Ditunjuk Jadi Chairman MatahariMall
Emirsyah Satar didaulat menjadi Chairman MatahariMall. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Metrotvnews.com, Jakarta: Grup Lippo (Lippo) resmi menunjuk mantan orang nomor satu di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) Emirsyah Satar sebagai Chairman MatahariMall.com (MatahariMall) dan Lippo Board of Management. Emirsyah Satar diyakini akan memperkuat tim MatahariMall yang terdiri atas Hadi Wenas sebagai CEO dan Rudy Ramawy sebagai Vice Chairman.

"Kami yakin Emirsyah Satar beserta pengalamannya yang luas di berbagai industri dapat memberikan perspektif yang bernilai dan unik bagi MatahariMall. Dengan kehadiran Emirsyah Satar, kami selangkah lebih dekat dengan tujuan MatahariMall untuk menjadi perusahaan eCommerce terdepan di Indonesia," ujar Direktur Grup Lippo John Riady dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/5/2015).

Chairman yang baru ditunjuk MatahariMall ini akan memberikan kredibilitas yang signifikan untuk rencana Lippo dalam mendominasi pasar e-Commerce Indonesia. Pada Maret 2015, Lippo mengumumkan penanaman modal sebesar USD500 juta untuk membangun perusahaan e-Commerce dengan transaksi penjualan sebesar USD1 miliar, terbesar di Indonesia dan akan menjadi Alibaba versi Indonesia.

"Saya percaya bahwa penetrasi internet yang tumbuh pesat akan berpengaruh pada perkembangan e-Commerce, menjadikannya sebagai salah satu penyetara ekonomi yang paling efektif di Indonesia. Dengan komitmen tinggi, dukungan dari tim yang luar biasa, dan posisi sebagai perusahaan ritel multi-format di Indonesia, Lippo berada di posisi strategis untuk mewujudkan MatahariMall menjadi perusahaan eCommerce terbesar di Indonesia," urai Emirsyah.

Oleh karena itu, Emirsyah merasa bersemangat dan terhormat atas penunjukan ini, dan ingin segera memberikan kontribusi untuk kesuksesan perusahaan. Grup Lippo masuk ke ranah e-Commerce di saat yang tepat. Ekosistem digital Indonesia sedang berada di titik critical inflection.

Tahun ini, penetrasi Internet akan melampaui 30 persen. Jumlah penjualan ritel online hanya sebesar 0,7 persen dari total penjualan ritel, namun diproyeksikan akan tumbuh sepuluh kali lipat dalam lima tahun mendatang. Ritel online sedang tumbuh pesat di luar Jakarta, dan disanalah Lippo memiliki posisi terkuat.

Selain menyajikan ragam pilihan produk terbesar, MatahariMall juga ditunjuk sebagai satu-satunya (eksklusif) situs belanja yang akan menjual produk dari sejumlah merek terpopuler di Indonesia. MatahariMall juga merupakan perusahaan e-Commerce O2O (Online-to-Offline) terbesar di Asia Tenggara, yang memungkinkan para pelanggan untuk membayar, mengambil, dan mengembalikan produk di 132 cabang Matahari Department Store yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sekadar diketahui, setelah menyelesaikan gelar sarjana akuntansi dari Universitas Indonesia dan program akademik di Sorbonne University Paris, Emirsyah memulai karirnya di industri keuangan sebagai auditor di Price Waterhouse Cooper.

Dalam waktu singkat, dia menduduki posisi penting di beberapa perusahaan multinasional seperti Citibank N.A, Jan Darmadi Group, Niaga Finance, Hong Kong dan Bank Danamon Tbk. Pada 1998, beliau kembali ke Indonesia untuk menjadi EVP Finance (CFO) Garuda Indonesia. Di Garuda Indonesia, ia berperan penting dalam proses restrukturisasi keuangan maskapai yang terjadi pada 2001.

Pada 2003, Emirsyah Satar meninggalkan Garuda Indonesia untuk menjabat sebagai Deputy CEO Bank Danamon. Dua tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2005, ia kembali bergabung bersama Garuda Indonesia sebagai Presiden dan CEO Garuda Indonesia. Pada saat itu, ia merupakan CEO termuda di Asia Pasifik dalam industri penerbangan. Di bawah kepemimpinannya, maskapai ini mendapatkan berbagai penghargaan dari institusi terkemuka di seluruh dunia.


(AHL)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA