Pansel KPK Bukan soal Laki atau Perempuan, tapi Kualitas

Tri Kurniawan    •    Kamis, 21 May 2015 13:13 WIB
pansel kpk
Pansel KPK Bukan soal Laki atau Perempuan, tapi Kualitas

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo menunjuk sembilan perempuan menjadi Panitia Seleksi Pimpinan KPK. Staf Ahli Menteri Sekretaris Kabinet Jaleswari Pramodhawardani menjelaskan pertimbangan Presiden menunjuk mereka.

"Pertama, Presiden secara eksplisit memang tidak merujuk kepada dikotomi gender," kata Jaleswari, Kamis (21/5/2015).

Presiden menetapkan tiga kriteria besar untuk menentukan Pansel KPK, yakni kemampuan, integritas, dan keragaman anggota Pansel.

Kedua, lanjut dia, penting untuk melihat bahwa Pansel KPK tidak hanya urusan laki atau perempuan. "Kita sedang bicara soal kredibilitas dan intergritas Pansel KPK," terangnya.

Menurut dia, Presiden bertanya balik kenapa tidak ada pertanyaan ketika Pansel KPK diisi laki-laki semua. Namun sebaliknya, ada sebuah keanehan atau kesalahan jika Pansel KPK diisi kaum hawa.

Ketiga, kata Jaleswari, keputusan Presiden menunjuk mereka menjadi Pansel bukan instan. Rekam jejak Jokowi, saat menjadi Wali Kota Surakarta, ia menunjuk perempuan sebagai Kepala Satpol PP.

"Penunjukkan delapan menteri yang perempuan dalam Kabinet Kerja. Setiap kujungan kerjanya, Presiden memberi waktu yang sama kepada kaum ibu dan laki-laki untuk berdialog," terangnya.

Dia menjelaskan, Presiden ingin mengubah cara pandang yang mendikotomi laki atau perempuan. "Buat Presiden baik laki atau perempuan penting diberikan kesempatan sama menunjukkan kredibilitas dan integritasnya untuk bangsa," papar dia.


(TRK)