Kemenlu: Mau Bantu Pengungsi, Tunjukkan Bukti Jangan Hanya Bicara

Fajar Nugraha    •    Kamis, 21 May 2015 14:22 WIB
rohingya
Kemenlu: Mau Bantu Pengungsi, Tunjukkan Bukti Jangan Hanya Bicara
Juru Bicara Kemenlu RI Arrmanatha Nasir (Foto: Fajar Nugraha/MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir, meminta negara-negara dan organisasi internasional yang menyampaikan keprihatinan terhadap pengungsi Rohingya untuk bergerak dan hanya bicara.

Hal itu terkait setelah Malaysia dan Indonesia memastikan untuk memberikan bantuan penampungan bagi pengungsi Rohingya. Sebelumnya, baik Indonesia, Malaysia dan Thailand dikritik karena dianggap menolak untuk membantu pengungsi Rohingya dan Bangladesh.

"Sudah jelas disampaikan pertama adalah bantuan komitmen masyarakat internasional dalam konteks funding. Baik langsung atau melalui dari badan dari PBB seperti UNHCR dan IOM," ujar Arrmanatha, di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (21/5/2015).

Pria yang biasa dipanggil Tata itu, menyebutkan masalah pengungsi ini yang menjadi tanggungjawab utama dari negara yang meratifikasi konvensi untuk pengungsi.

"Ada 145 negara di situ (konvensi pengungsi). mereka seharusnya yang memiliki generosity (kemurahan hati) yang lebih untuk bersedia memberikan penampungan bagi para migran yang mendapat status pencari suaka dan pengungsi," lanjutnya.

Indonesia bukanlah negara yang menandatangani konvensi pengungsi tersebut. Tetapi Indonesia memegang prinsip non-refoulement yang berarti tidak mengembalikan pengungsi yang mengalami tindak kekerasan atau penganiayaan ke negara asalnya.

Bersama dengan Malaysia, Indonesia akan memberikan waktu penampungan kepada pengungsi ini selama satu tahun. Muncul pertanyaan apakah waktu satu tahun ini cukup untuk menampung para pengungsi.

Menurut Arrmanatha, Indonesia berpandangan bahwa di saat keadaan bertambah parah komunitas internasional akan bersama membantu.

"Kemarin banyak sekali banyak negara-negara dan organisasi yang menyampaikan keprihatinannya terhadap keadaan yang dihadapi oleh migran tersebut. Sekarang, tiga negara utama, yang berpengaruh telah meminta bantuan terhadap mereka yang meyampaikan keprihatinan," jelasnya.

"Please come forward not just talk (tolong tunjukkan bukti, jangan hanya bicara)!," tegasnya.

Indonesia sudah memberikan bantuan kepada sekitar 1.300 pengungsi yang masuk. Bantuan termasuk penampungan dan makanan. Pada Rabu (20/5/2015), sekitar 433 pengungsi lain masuk ke Indonesia.


(FJR)