PT Pos Tingkatkan Pelayanan Melalui Teknologi

Media Indonesia    •    Kamis, 21 May 2015 15:06 WIB
pos indonesia
PT Pos Tingkatkan Pelayanan Melalui Teknologi
Pos Indonesia juga berusaha untuk mengikuti perkembangan teknologi. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

BANDUNG (Media) - Pelayanan PT Pos Indonesia terus ditingkatkan melalui teknologi. Bahkan perusahaan ini berkomitmen untuk selalu ada dimanapun masyarakat berada.

Peningkatan pelayanan bedasarkan teknologi ini, misalnya PT Pos membuat M-Pospay dan Galeripos.com, yakni program yang mendukung masyarakat pengguna dunia maya.

Menurut Humas PT Pos Indonesia Abu Sofyan, dengan M-Pospay dan Galeripos.com, PT Pos Indonesia dapat melayani masyarakat melalui kantor pos virtual yang merupakan kantor pos yang tak lagi berbasis fisikal, namun nonfisikan dengan internet sebagai backbone operasionalnya.

"Anda tak perlu datang ke kantor pos, cukup mengunduh aplikasinya di smartphone dan segala layanan pos sudah bisa dilakukan," katanya.

Abu Sofyan menuturkan, kantor pos virtual tak hanya dapat melayani aneka transaksi keuangan tetapi juga pengiriman dokumen dan barang. Demikian pula, imbuhnya, masyarakat bisa  berbelanja apa saja secara online melalui kantor pos virtual ini. Jangan khawatir pula, imbuhnya, kiriman barang atau dokumen fisik tetap dilakukan secara riil.

"Armada pos dengan ribuan petugas yang tersebar di seluruh negeri memungkinkan kantor pos virtual dapat beroperasi di dunia nyata. Kantor pos kini benar-benar siap dalam genggaman Anda," ujarnya.

PT Pos merevitalisasi pelayanan berdasarkan teknologi ini, kata Abu Sofyan, berlatarbelakang agar masyarakat  bisa memanfaatkan aneka layanan pos tanpa harus pergi ke kantor pos.

"Jarak yang cukup jauh, terlebih bila letaknya di pusat kota yang ramai, dengan berbagai kesibukan yang menyita waktu dan energi membuat anda enggan datang ke kantor pos. Ini menjadi satu solusi. Bersyukur, teknologi telematika berkembang pesat dan menghadirkan jawaban atas
kegilasan ini," katanya.

Menurut Abu Sofyan, PT Pos Indonesia tetap aksis di era informasi, meski kehadiran telematika memunculkan ancaman bagi produk pos, terutama layanan surat dan paket.

"Para pakar pada masa itu meramalkan kematian surat pos. Namun, keadaan justru berbalik. Alih-alih pengiriman surat dan paket mengalami penurunan, yang terjadi justru sebaliknya mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan," ujarnya.

Pada sisi lain, kata Abu Soyan, PT Pos Indonesia juga dikenal sebagai perusahaan yang memiliki jaringan perposan paling masif. Hampir setiap kecamatan di Indonesia sudah memiliki kantor pos yang terintegrasi baik melalui jaringan fisik maupun virtual. Ini membuat Pos Indonesia menjadi satu-satunya perusahaan nasional yang terkemuka sebagai Integrated Postal Network Company.

"Kondisi demikian, telah dimanfaatkan oleh pemerintah maupun banyak perusahaan dalam menjalankan program-program berskala nasional yang masif. Sebut saja pendistribusian sekaligus pembayaran Kartu Sakti dari Presiden Jokowi, hingga pemasaran dan pendistribusian buku-buku Kurikulum 2013 yang baru lalu. Yang tak kalah serunya, para TKI di luar negeri mengirimkan dana kepada keluarganya melalui Western Union Money Transfer," ujar Abu Sofyan.

Abu Sofyan, perusahaannya juga membangun Wasantara-Net. Ini merupakan sistem yang memanfaatkan teknologi satelit yang dimiliki oleh mitra kerja (Indosat dan Telkom) untuk kepentingan pelayanan perposan. Pada masa ini, muncul layanan-layanan Pos, seperti wesel elektronik (westron) yang sudah mampu dikirim dan diterima dalam tempo singkat. Adapula layanan warung internet di kantor pos.

"Ini semua kami lakukan demi masyarakat. Kami ingin melayani masyarakat Indonesia secara maksimal," ujarnya.


(ABE)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA