Burung Hilang, Warga Kampung Kembang Bangkalan Resah

Agus Josiandi    •    Kamis, 21 May 2015 15:06 WIB
pencurian
Burung Hilang, Warga Kampung Kembang Bangkalan Resah
Pencuri burung yang meresahkan warga Bangkalan terekam kamera CCTV, Metrotvnews.com/ Agus Josiandi

Metrotvnews.com, Bangkalan: Banyak warga Bangkalan, Jawa Timur, yang kehilangan burung piaraan mereka. Warga pun resah. Sebab burung-burung mereka itu bernilai cukup mahal.

Pencurian terakhir terjadi pada seorang purnawirawan Polri, Imron, yang bertempat tinggal di Kampung Kembang, Kelurahan Mlajah. Imron mengaku kehilangan seekor burung pada 18 Mei 2015.

"Kejadiannya hanya sekitar dua menitan. Semuanya terekam kamera CCTV," kata Imron saat ditemui di rumahnya, Kamis (21/5/2015).

Dari rekaman CCTV, pelaku beraksi seorang diri. Ia melompati pagar lalu mengeluarkan burung dari sangkarnya. Lalu, pelaku kembali melompati pagar keluar dari halaman rumah.

Tadinya, kata Imron, ia menyimpan burung itu dalam sebuah sangkar yang digantung di depan rumahnya. Namun pada Senin dini hari, sangkar itu sudah kosong.

Imron mengaku pelaku mengambil burung jenis love bird. Harga jualnya bisa mencapai Rp1 juta. Untungnya, kata Imron, harga burung itu masih terbilang murah. Sebab ia mengoleksi puluhan burung di rumahnya. Bahkan beberapa burung bernilai puluhan juta rupiah.

Meski demikian, Imron mengatakan kejadian tersebut meresahkan. Dirinya bukanlah satu-satunya korban. Dalam dua bulan terakhir, banyak warga yang menjadi korban.

Dua di antaranya bertetanggaan dengan Imron. Mereka pun mengoleksi beragam burung. Wahyudi sudah dua kali disatroni maling burung. Bahkan, Muhammad yang rumahnya berada di belakang kediaman Imron kecurian tiga kali. Kerugian keduanya masing-masing mencapai Rp10 juta.

"Sangat meresahkan mas, soalnya bukan sekali ini saja, warga lain juga sering jadi korban," imbuh Imron.

Berdasarkan rekaman CCTV, Imron pun mengantongi ciri-ciri pelaku. Maling memiliki ciri-ciri berkumis, tinggi badan sekitar 165 Cm, dan mengenakan cincin batu akik di jari manis tangan kanannya.

Imron belum melaporkan kejadian itu ke polisi setempat. Namun, ia menyebarkan ciri-ciri pelaku kepada warga setempat agar mereka waspada.
 


(RRN)