TKI Terancam Hukuman Mati

Prananda Paloh: Satu Nyawa Warga Negara Terlalu Berharga

   •    Kamis, 21 May 2015 17:04 WIB
eksekusi mati wni
Prananda Paloh: Satu Nyawa Warga Negara Terlalu Berharga
Prananda Surya Paloh. Foto: Susanto/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Advokasi Hukum Partai NasDem dan Serikat Pekerja Indonesia Luar Negeri (SPILN) mendatangi Kementerian Luar Negeri. NasDem datang bersama keluarga Wanipah dan Siti Komariyah serta Ato Suparto. Tiga nama itu adalah TKI yang terancam hukuman mati di Tiongkok dan Arab Saudi.

Ketua Desk Perlindungan TKI BAHU NasDem Wibi Andrino, kuasa hukum keluarga korban, mengatakan pemerintah harus bergerak cepat dan profesional dalam penanganan TKI yang terancam hukuman mati.

"Jangan sampai seperti yang keluarga Wanipah yang mendapat informasi sepotong-potong. Bayangan keluarga, Wanipah sebentar lagi dieksekusi atau bahkan sudah dieksekusi," ujar Wibi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/5/2015).

Keluarga mendapat kabar terakhir dari Kementerian Luar Negeri terkait nasib Wanipah relatif sudah sangat lama, Oktober 2013. Tak ada informasi lagi pascasurat tersebut.

Sedangkan keluarga Ato dan Siti Komariyah tak pernah mendapat kabar apa pun dari pihak Kemenlu. Ato dan Siti dikabarkan mendapat penundaan eksekusi dua tahun sejak vonis dijatuhkan pada 2011.

"Biar sepotong-sepotong keluarga Wanipah masih mendapatkan kabar. Sedangkan keluarga Ato dan Siti, sama sekali tidak mendapatkan informasi perkembangan," ujarnya. "Untuk itu kami meminta kepada Kemenlu untuk dapat memberikan perkembangan status kasus kepada pihak keluarga korban, jangan ketika didatangi ke kantor baru diserahkan."

Menurut informasi yang didapat BAHU NasDem, Wanipah mendapatkan keringanan hukuman dari vonis mati jadi seumur hidup. Bahkan jika berkelakuan baik, hukuman bisa diperingan lagi menjadi 20 tahun sampai 10 tahun.

Sementara Ato dan Siti Komariyah terancam hukuman mati, namun masih berproses. "Kami akan perjuangkan agar mendapat keringanan," ujar Wibi.

Wibi menuturkan keluarga korban sangat berharap bisa difasilitasi oleh pemerintah agar bisa berangkat ke luar negeri, baik ke Tiongkok maupun ke Arab Saudi. Keluarga ingin bertemu dengan para TKI itu.  

"Selain itu, pihak keluarga juga meminta salinan putusan pengadilan yang juga menjadi hak daripada keluarga untuk dapat mengetahui duduk kronologis jalannya persidangan dan upaya pembelaan pemerintah terhadap Wanipah, Siti Komariyah, dan Ato Suparto," papar Wibi.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai NasDem Prananda Surya Paloh mengatakan, satu nyawa warga negara terlalu berharga. Untuk itu, negara harus melindungi segenap tumpah darah.

"Dan kami dari pihak negara dan juga dari NasDem bergabung dalam sebuah tim, sedang dalam upaya penyelamatan nyawa warga negara kita, seperti Siti Komariyah si Arab Saudi," ujar Prananda.

"Namun ini juga membutuhkan solidaritas dan dukungan dari segenap bangsa Indonesia. Mari kita doakan agar misi mulia ini berhasil. Semoga Allah SWT berkenan bersama kita semua," lanjut Prananda.

Prananda juga mendapat kabar soal Wanipah yang sudah mendapat pengurangan hukuman di Tiongkok. Dia berharap pemerintah dan instansi terkait bisa lebih maksimal dalam membela warga negara yang bermasalah di luar negeri.


(KRI)