AS Siapkan Dua Opsi Bantuan ke Pengungsi Rohingya

Ade Hapsari Lestarini    •    Kamis, 21 May 2015 17:39 WIB
rohingya
AS Siapkan Dua Opsi Bantuan ke Pengungsi Rohingya
Imigran suku Rohingya dari Myanmar berada di perahu mereka yang terdampar di perairan Desa Simpang Tiga, Kecamatan Julok, Aceh Timur, Aceh. ANTARA FOTO/Syifa

Metrotvnews.com, Jakarta: Juru Bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marie Harf sedang mempertimbangkan secara aktif dua opsi bantuan yang akan diberikan AS kepada pengungsi Rohingya.

"Saat ini, kami sedang mempertimbangkan secara aktif dua opsi bantuan AS, meski begitu saya akan mulai dengan dengan bantuan keuangan," ujar Harf, dalam siaran persnya yang dikeluarkan Kedutaan Besar AS, di Jakarta, Kamis (21/5/2015).

Menurut dia, AS akan mempertimbangkan pemberian bantuan jika UNHCR dan IOM menunjukkan tanda perlunya dana tambahan untuk membantu pemerintah dalam membangun beberapa hal seperti fasilitas penerimaan dan menjamin prosedur pemeriksaan perlindungan.

"Kami akan mempertimbangkan permohonan tersebut. Kami akan mendorong pemerintah negara-negara lain untuk memberikan tanggapan secara cepat dan dermawan, dan kami akan siap menghadapi banding jika ada yang mengajukan," tegas Harf.

Malaysia dan Indonesia telah meminta bantuan untuk memukimkan kembali para pengungsi. Pihaknya pun sedang mempelajari dengan hati-hati permohonan tersebut. "Kami siap memimpin upaya multinasional apapun yang dikoordinasi oleh UNHCR untuk memukimkan kembali para pengungsi yang paling rentan," tambahnya.

Dia mengatakan, sejauh ini, lebih dari 1.000 pengungsi Rohingya telah dimukimkan kembali di AS selama tahun anggaran ini. Dana yang digelontorkan AS untuk bantuan kemanusiaan senilai hampir USD109 juta bagi kaum Burma sejak awal tahun anggaran.

Wakil Menlu Blinken dalam lawatannya di kawasan baru-baru ini mengutarakan di Jakarta bahwa Amerika Serikat siap membantu negara-negara di kawasan yang sedang menanggung beban dan menyelamatkan hidup.

"Kami memiliki kewajiban bersama untuk menjawab keinginan para imigran yang telah mempertaruhkan nyawa mereka di laut," kata Blinken.


(AHL)

Kasus KTP-el, KPK Periksa Mayus Bangun untuk Setya Novanto

Kasus KTP-el, KPK Periksa Mayus Bangun untuk Setya Novanto

1 hour Ago

KPK hari ini memeriksa Chief Business Operation PT Astra Graphia IT Mayus Bangun, Astra Graphia…

BERITA LAINNYA