Jangan Halau Kapal Pengungsi Rohingya!

Ade Hapsari Lestarini    •    Kamis, 21 May 2015 18:06 WIB
rohingya
Jangan Halau Kapal Pengungsi Rohingya!
Imigran suku Rohingya dari Myanmar berada di perahu mereka yang terdampar di perairan Desa Simpang Tiga, Kecamatan Julok, Aceh Timur, Aceh. ANTARA FOTO/Syifa

Metrotvnews.com, Jakarta: Amerika Serikat (AS) terus mendesak negara-negara di kawasan ASEAN untuk mengambil langkah proaktif dalam menyelamatkan pengungsi Rohingya.

Hal tersebut secara tegas disampaikan Juru Bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marie Harf, dalam siaran persnya yang dikeluarkan Kedubes AS, di Jakarta, Kamis (21/5/2015).

"Kami mendesak negara-negara di kawasan untuk mengambil langkah-langkah proaktif secara cepat demi menyelamatkan nyawa para imigran dan pencari suaka yang sekarang berada di laut dan tidak menghalau setiap kapal baru yang datang," ujarnya.

Harf menyampaikan, AS menyambut baik keputusan Malaysia, Indonesia, dan Thailand untuk bekerja sama menegakkan tanggung jawab berdasarkan hukum internasional, serta memberikan bantuan kemanusiaan dan penampungan bagi 7.000 imigran yang rentan dan terjebak di lautan Asia Tenggara.

Menurut dia, AS pun mendesak negara-negara lain di kawasan tersebut dan komunitas internasional untuk mendukung upaya-upaya tersebut. Hal ini akan menjadi isu penting yang akan dibahas pada konferensi 29 Mei di Bangkok, Thailand.

"Kami percaya semua negara di kawasan yang terkait dengan isu ini akan menghadiri konferensi ini yang juga akan dihadiri oleh delegasi tingkat tinggi AS," tambah Harf.

Seperti diketahui, Marie Harf mengatakan jika AS sedang mempertimbangkan secara aktif dua opsi bantuan yang akan diberikan AS kepada pengungsi rohingya.

"Saat ini, kami sedang mempertimbangkan secara aktif dua opsi bantuan AS, meski begitu saya akan mulai dengan dengan bantuan keuangan," papar dia.


(AHL)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

19 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA