Menteri Puan: Kartu 'Sakti' Juga akan Dibagikan ke Pesantren

K. Yudha Wirakusuma    •    Kamis, 21 May 2015 18:22 WIB
kartu sakti jokowi
Menteri Puan: Kartu 'Sakti' Juga akan Dibagikan ke Pesantren
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani--Antara/Anis Efizudin

Metrotvnews.com, Malang: Pemerintah akan terus memberikan tiga kartu 'sakti' perlindungan sosial ke berbagai daerah. Tiga kartu 'sakti' perlindungan sosial masyarakat juga akan 'menyentuh' pesantren-pesantren.

"Selain di pondok pesantren ini akan dibagikan juga ke beberapa pesantren lainnya," kata Puan saat mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Keluarga Sejahtera, di Pondok Pesantren Baghrul Maghfiroh, Desa Tlogomas, Malang, Jawa Timur, Kamis (21/5/2015).

Acara itu dihadiri sekitar seribu orang yang terdiri dari pengurus pondok pesantren, santri, dan santriwati. Turut hadir Menteri Sosial Khofifah Indarparawangsa dan Gubernur Jawa Timur Sukarwo.

Puan mengatakan, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla berkomitmen membangun kesejahteraan rakyat dengan cara memberikan program perlindungan sosial. Warga yang telah memiliki tiga kartu "sakti", kata Puan, akan memperoleh perlindungan sosial berupa dana tunai dari pemerintah.

"Yang dapat Kartu Indonesia Pintar bisa digunakan pada saat kenaikan kelas. Untuk anak sekolah dasar (SD) akan memperoleh Rp450 ribu selama satu tahun, sedangkan anak SMP mendapatkan Rp750 ribu, dan untuk SMA mendapatkan uang Rp1 juta selama satu tahun," tuturnya.

Oleh karena itu, Puan berharap, masyarakat bisa memanfaatkan tiga kartu "sakti" yang telah diberikan pemerintah dengan baik. "Anggaran untuk program ini diperoleh dari uang rakyat dan kami akan mengembalikannya ke rakyat," ujarnya.

Pemerintah akan memantau pelaksanaan dari program perlindungan sosial. Menurut Puan, tujuan pemerintah melakukan pemantauan supaya masyarakat benar-benar memanfaatkan tiga kartu "sakti" yang telah dibagikan dengan baik.

"Yang perlu diperhatikan dalam pembagian kartu sakti itu sesudahnya, apakah kemudian masyarakat memanfaatkan kartu ini dengan baik dan kemudian hal itu bisa mengubah pola pikirnya. Kalau memang kemudian setelah diberikan tidak dipergunakan sebaik-baiknya, lebih baik kita alihkan kepada orang yang benar-benar memanfaatkan ketiga kartu ini lebih baik," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Puan juga menginformasikan kepada Presiden, selain pengelola pondok pesantren, santri dan santriwati hadir pula sebanyak 350 pemuda dan pemudi Jawa Timur yang sedang mengikuti Kemah Kebangsaan.

Para pemuda dan pemudi itu yang turut hadir dalam acara di pondok pesantren, lanjut Puan, berasal dari latar belakang agama berbeda. "Mereka akan menjadi satgas pada Hari Kesetiakawanan Sosial," ujar Puan.


(YDH)