Bappenas Klaim Elastisitas Serapan Tenaga Kerja Meningkat

Antara    •    Kamis, 21 May 2015 18:49 WIB
bappenas
Bappenas Klaim Elastisitas Serapan Tenaga Kerja Meningkat
Bappenas (foto: dokumen Bappenas)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengklaim, dengan tetap bertumbuhnya industri manufaktur, elastisitas penyerapan tenaga kerja dari pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi satu persen dengan berdaya serap sebanyak 300 ribu lebih tenaga kerja.

"Sekarang sudah lumayan membaik, di atas 300 ribu orang. Padahal, awalnya kami memprediksi satu persen menyerap 200 ribu tenaga kerja," kata Deputi Kemiskinan, Ketenagakerjaan, UMKM Kementerian PPN/Bappenas Rahma Iryanti, di Jakarta, Kamis (21/5/2015). 

Perhitungan tersebut, menurut dia, berdasarkan elastisitas tenaga kerja yang bergerak di sektor formal maupun informal selama triwulan I-2015.

Di sisi lain, Rahma mengakui, meskipun sektor manufaktur tetap bertumbuh, serapan tenaga kerja sektor informal masih dominan, dibandingkan lapangan kerja yang tersedia dalam sektor formal. "Meskipun banyak yang masuk ke ekonomi informal, ya setidaknya baik bagi mereka, tetap memiliki pendapatan," kata dia.

Rahma menyebutkan tingkat elastisitas serapan tenaga kerja ini juga mencerminkan kualitas pertumbuhan ekonomi, dan aliran investasi yang masuk, yang sedianya mampu melahirkan industri-industri padat karya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, angkatan kerja Indonesia pada Februari 2015 mencapai 128,3 juta orang atau bertambah tiga juta orang dibanding Februari 2015, dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 5,81 persen. Sebanyak 50,8 juta orang bekerja di sektor formal, sedangkan 70 juta orang bekerja di sektor informal.

Rahma meyakini, dengan dimulainya percepatan eksekusi program pemerintah dan derasnya investasi yang masuk, target tingkat pengangguran sebesar 5,6 persen akan tetap terjaga di akhir tahun.


(ABD)