18 Perusahaan Tambang Pasir di Yogyakarta Bakal Ditutup

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 21 May 2015 20:15 WIB
pertambangan
18 Perusahaan Tambang Pasir di Yogyakarta Bakal Ditutup
Ilustrasi tambang pasir. Foto: Istimewa

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Sebanyak 18 perusahaan tambang pasir dan batu di Yogyakarta bakal ditutup. Pemprov Yogyakarta menduga banyak pelaku usaha yang tidak memenuhi syarat perizinan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Energi, dan Sumber Daya Mineral, Yogyakarta, Rani Sjamsinarsi, mengatakan ada sebanyak 48 izin resmi pertambangan yang ia pegang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 18 izin akan ditutup.

"Sebanyak 8 izin akan kami cabut karena perizinannya tidak clean and clear. Sedangkan 10 izin lainnya akan kami cabut karena masa izin sudah berakhir," kata Rani, ditemui di Kompleks Gedung Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (21/5/2015).

Rani juga menjelaskan penutupan dilakukan karena lokasi pertambangan berada di kawasan hutan lindung. Pihaknya juga mengimbau para pelaku usaha yang sudah tidak memiliki izin tidak beroperasi.

"Kami telah membuat laporan ke KPK. Mana perusahaan yang sudah clean and clear dan mana yang belum," ujarnya.

Sebagai langkah lanjut, pemprov Yogyakarta akan menertibkan izin pertambangan yang belum memenuhi persyaratan. "Untuk permintaan izin baru akan kami lihat dulu. Jika tidak memenuhi syarat, izin tak akan keluar," kata dia.

 


(UWA)

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

6 hours Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pemeriksaan internal terhadap tujuh orang penyidi…

BERITA LAINNYA