Hasil Penting Pembahasan Pengungsi Rohingya di Myanmar

Fajar Nugraha    •    Kamis, 21 May 2015 20:44 WIB
rohingya
Hasil Penting Pembahasan Pengungsi Rohingya di Myanmar
Menlu Retno Marsudi dalam pertemuan di Myanmar (Foto: Dok. Kemenlu)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi merampungkan kunjungan bilateral ke Myanmar. Salah satu isu yang dibahas adalah pengungsi Rohingya.

Tujuan pertemuan bilateral ini adalah membahas peningkatan hubungan antar kedua negara di berbagai bidang. Pada bidang reformasi dan demokratisasi, Menlu Retno mendukung upaya Myanmar mempercepat proses reformasi dan demokratisasi.

Menlu Retno juga secara khusus angkat masalah irregular movement of persons atau pergerakan imigran tidak beraturan yang belakangan ini membanjiri kawasan Asia Tenggara.  Beberapa hasil penting dari pembahasan isu irregular movement of persons antara lain, yang disebutkan dalam keterangan Kementerian Luar Negeri, Kamis (21/5/2015):

a. Pemerintah Myanmar sepakat untuk memperkuat langkah dalam rangka pencegahan terjadinya irregular movement of migrants dari wilayah Myanmar.

b. Pemerintah Myanmar siap untuk bekerja sama dengan negara-negara kawasan dalam pemberantasan human trafficking.

c. Pemerintah Myanmar akan segera memerintahkan Kedutaan Besarnya untuk segera melakukan kunjungan kekonsuleran ke tempat-tempat penampungan sementara para irregular migrants yang saat ini berada di Aceh.

d. Pemerintah Myanmar juga sambut baik tawaran kerja sama Indonesia untuk pembangunan Rakhine secara inklusif dan non-diskriminatif.

Menlu Retno turut mendukung upaya Myanmar untuk mempercepat proses reformasi dan demokratisasi serta menyampaikan kesiapan Indonesia untuk memberikan bantuan kapasitas dan kerja sama termasuk menjelang pelaksanaan pemilu Myanmar mendatang.

Sementara pada bidang ekonomi, kedua Menlu sepakat untuk meningkatkan upaya guna mencapai target perdagangan sebesar USD1 miliar pada 2016. Menlu RI juga menawarkan kerja sama perdagangan untuk memenuhi kebutuhan Myanmar seperti kelapa sawit, pupuk dan alat-alat pertanian.

Dengan semakin banyaknya jumlah pengusaha dan investor Indonesia di Myanmar, Menlu RI juga sampaikan pentingnya dukungan

Di bidang people-to-people contact, kedua Menlu sepakat untuk mendorong penguatan kerja sama dibidang tersebut. Dalam hal ini Menlu RI kembali tekankan kesiapan Indonesia untuk terus memberikan berbagai program pembangunan kapasitas dan pemberian beasiswa bagi Myanmar.

Dalam bidang kekonsuleran, Menlu Myanmar menyampaikan apresiasi atas bantuan Pemerintah Indonesia dalam penanganan nelayan Myanmar pada kasus Benjina. Sebaliknya, Menlu RI mengharapkan kerja sama yang serupa dalam penanganan 55 nelayan Indonesia yang masih berada dalam tahanan di Yangon.
 


(FJR)