Aktivis '98: Demo Wajar dalam Konteks Demokrasi

Intan fauzi    •    Kamis, 21 May 2015 22:11 WIB
reformasi 98
Aktivis '98: Demo Wajar dalam Konteks Demokrasi
Suasana Peringatan 17 Tahun Reformasi/MTVN/Intan Fauzi

Metrotvnews.com, Jakarta: Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM se-Indonesia menggelar demo di depan Istana Negara, Jakarta. Menurut salah satu aktivis '98, Bernard Haloho, hal tersebut wajar dalam konteks demokrasi.

"Itu dinamika yang wajar dalam konteks dan bingkai demokrasi. Perbedaan sikap dilindungi konstitusi," kata Bernard saat memperingati 17 tahun reformasi di Tugu Proklamasi, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2015).

Bahkan, kata Bernard, aksi tersebut perlu dihormati selama mahasiswa itu tak melakukan hal-hal berbau anarkis. "Kalau ada keinginan mahasiswa yang bereaksi dan mengkritisi itu kita homati. Selama dalam bingkai, tidak anarkis," lanjutnya.

Demo yang dilakukan oleh para mahasiswa itu dinilai tak jauh beda dengan yang dilakukan Bernard saat turut berdemo menuntut rezim Orde Baru diturunkan.

"Itu juga dilakukan kita di zaman dulu. Ruang demokrasi diberikan seluasnya, dengan tanggung jawab sesuai dengan UU," tandas pria yang juga Koordinator Lingkar 98 itu.


(OJE)