Terjaring Razia KTP, Mahasiswi Ditahan Bersama Orang Gila dan tak Diberi Makan

Amaluddin    •    Kamis, 21 May 2015 23:06 WIB
razia
Terjaring Razia KTP, Mahasiswi Ditahan Bersama Orang Gila dan tak Diberi Makan
Kristin Dwitayana, 25, mahasiswi PGRI Adi Buana Surabaya, yang dirazia karena tak punya KTP. Foto: Istimewa

Metrotvnews.com, Surabaya: Kristin Dwitayana (25), mahasiswi PGRI Adi Buana, Surabaya, yang ditahan di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos), Keputih, Surabaya, Jawa Timur, mulai depresi. Penyebabnya, Kristin tidak boleh dibesuk oleh keluarganya.

"Liponsos ini mulai aneh. Masa keluarga gak boleh jenguk. Biasanya itu, cukup dengan dijemput keluarganya dengan menunjukkan tanda bukti Kartu Keluarga (KK), tanpa harus dipungut biaya sepeser pun. Kristin mestinya sudah bisa pulang," ujar Okky Suryatama, teman Kristin, kepada wartawan, Kamis (21/5/2015) malam.

Liponsos, kata Okky, menjelaskan mulai bersikap tak wajar. Pasalnya, kata dia, keluarga Kristin mulai khawatir terhadap anaknya karena Liponsos melarang kerabat menjenguk.

"Mau jemput gak boleh. Jenguk juga gak boleh. Anehnya lagi, mau ngasih makanan buat Kristin juga dilarang. Ada apa dengan Liponsos?" kata Okky.

Kabarnya, petugas Liponsos akan melakukan tes urine terhadap Kristin, Jumat ini. Sehingga, dia tak diperbolehkan makan.

Kristin harus menginap di Liponsos sejak Rabu (20/5) malam. Ia digelandang aparat Satpol PP Surabaya di rumah kosnya di Jalan Ngagel Rejo Kidul 119, Surabaya, karena tak mampu menunjukkan KTP Surabaya dan Kartu Identitas Penduduk Musiman.

Di Liponsos, mahasiswi berusia 25 tahun asal Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, ini harus berkumpul bersama orang gila dan gelandangan.
 


(UWA)