WK Sebut Jero Wacik Minta Rudi Bantu Komisi VII

Renatha Swasty    •    Jumat, 22 May 2015 00:07 WIB
jero wacik
WK Sebut Jero Wacik Minta Rudi Bantu Komisi VII
Mantan Menteri ESDM Jero Wacik/MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Sekretaris Jenderal Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Waryono Karno mengaku mantan bosnya Jero Wacik meminta mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini supaya membantu Komisi VII DPR RI. Perbantuan supaya dilakukan dalam bentuk uang dan barang.

Hal ini diakui Waryono saat bersaksi buat terdakwa Sutan Bhatoegana di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (21/5/2015).

"Pak Jero Wacik hanya (minta) tolong teman-teman di Senayan diperhatikan," ungkap Waryono.

Kala itu, lanjut Waryono, Jero yang merupakan menteri ESDM meminta supaya Rudi membantu dalam hal hal non teknis, yang tak ada kaitannya dengan APBN. Ketika ditanya soal hal hal non teknis itu, Waryono tak memaparkannya.

Waryono justru mengulang ulang dan kerap gagap. Hal ini lantas membuat Ketua Hakim Artha Theresia kesal.

"Iya apa? Sulit sekali saudara mengungkapkan?" pungkas Hakim Artha.

"Ya kayak THR, apresiasi," jawab Waryono.

"Bentuknya uang?," tanya Hakim Artha.

"Ya.. ya.. uang atau barang" ungkap Waryono.

Terkait permintaan Jero itu lanjut Waryono, akan disanggupi Rudi. "(katanya) Ya nanti akan kita coba usahakan," ungkap Waryono.

Atas permintaan itu, munculah kemudian istilah 'buka gendang' dan 'tutup gendang'. Dibeberkan Waryono, istilah itu digunakan Rudi untuk memberikan duit pada Komisi VII.

Buka gendang diberikan pada tahap pertama pembahasan APBN sementara tutup gendang diberikan buat tahap kedua "(tutup gendang) Tahapan pemberian uang tahap akhir, RUU APBN 2013," ungkap Waryono.

Dalam realisasinya, buka gendanglah yang berhasil. Sebab uang berhasil dikumpulkan oleh Rudi sebesar USD140 ribu dan diberikan pada Komisi VII "Saya kira iya (uang buka gendang dari Rudi)," imbuh Waryono.

Sementara uang tutup gendang tak berhasil diberikan sebab hanya terkumpul USD50 ribu. Dalam sidang Waryono tak mengakui perihal uang ini. "Nggak ada yang itu nggak ada," tambah dia.

Dalam sidang sesi pertama, anak buah Waryono, Kepala Biro Keuangan ESDM Didi Dwi Sutrisnohadi mengakui ada kiriman uang USD50 ribu dari SKK. Rencananya uang bakal diberikan pada Komisi VII sebagai tahap kedua.

Namun, karena uang dirasa Waryono terlalu kecil dan sedikit uang tak jadi diberikan. "Saya sampaikan pak sekjen hanya 50 kata pak sekjen kok kecil amat nanti nggak berkenan nanti marah," ungkap Didi dalam persidangan, Kamis (21/5/2015).

Uang kemudian diminta Waryono supaya disimpan. Yang pada akhirnya sampai Rudi tertangkap uang tak jadi diberikan dan diserahkan kepada KPK.


(OJE)

Miryam: Sejak Awal Saya Kecewa

Miryam: Sejak Awal Saya Kecewa

2 hours Ago

Miryam mengaku mendapat tekanan selama menjalani pemeriksaan di KPK dan menyesalkan sikap jaksa…

BERITA LAINNYA