Uni Eropa Rayu Negara Bekas Uni Soviet Jauhi Rusia

Fajar Nugraha    •    Jumat, 22 May 2015 09:21 WIB
uni eropa
Uni Eropa Rayu Negara Bekas Uni Soviet Jauhi Rusia
Presiden Uni Eropa Donald Tusk (kiri) dan Presiden Ukraina (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Brussels: Presiden Uni Eropa (UE) Donald Tusk mengatakan, tidak banyak manfaat yang bisa diperoleh enam negara bekas Uni Soviet dari hubungan dengan Rusia. Dia pun merayu keenam negara itu menjauhi Rusia.
 
Keenam negara bekas bagian Uni Soviet dirayu untuk semakin mempererat kemitraan dengan blok 28 negara itu daripada mempertahankan hubungan dengan Rusia.
 
Berbicara dalam konferensi dua hari di Riga, Latvia,  Tusk mengatakan, tidak banyak manfaat yang bisa diperoleh ke-enam negara itu dari Rusia.
 
Komentar itu didukung Kanselir Jerman Angela Merkel. "Uni Eropa memiliki perbedaan jelas dengan Rusia. Kami menghargai jalur apapun yang ditempuh masing-masing keenam negara itu," ujar Merkel, seperti dikutip VOA Indonesia, Jumat (21/5/2015).
 
Inisiatif Uni Eropa dengan Ukraina, Georgia, Moldova, Azerbaijan, Armenia dan Belarus disebut dengan Eastern Partnership. Kemitraan itu terganggu pada 2013 setelah mantan presiden Ukraina Viktor Yanukovych menolak menandatangani kesepakatan dengan Uni Eropa dan memilih mendekat ke Rusia.
 
Armenia dan Belarus juga membatasi kemitraan mereka dengan Uni Eropa dengan bergabung dalam Serikat Ekonomi Eurasia pimpinan Rusia.
 
Azerbaijan juga kurang bersemangat dengan kemitraan tersebut. Negara itu mengirim menteri luar negerinya, bukan presiden, ke pertemuan di Latvia tersebut. 
 
Ukraina, Georgia dan Moldova menghendaki integrasi yang lebih kuat, tetapi sejumlah anggota Uni Eropa enggan menerima anggota baru. Uni Eropa telah menjanjikan bantuan USD223 juta dalam 10 tahun mendatang untuk membantu bisnis kecil dan menegah di ketiga negara itu.
 
Namun Merkel menegaskan bahwa inisiatif Eastern Partnership itu tidak bertujuan memperluas keanggotaan Uni Eropa, melainkan hanya mempererat hubungan.
 
Sementara Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov tidak peduli dengan konferensi itu. Menurutnya hubungan keenam negara itu ingin dikembangkan secara positif tanpa merugikan kepentingan Rusia.



(FJR)

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

1 day Ago

Miryam S. Haryani yang menyebut ada pertemuan anggota Komisi III DPR dengan pejabat KPK setingk…

BERITA LAINNYA