Tjokroaminoto

Prinsip Utama Sosialisme Islam

Hardiat Dani Satria    •    Jumat, 22 May 2015 11:59 WIB
hos tjokroaminoto
Prinsip Utama Sosialisme Islam
Penulis Buku Aji Dedi Mulawarman (kiri) saat pelucuran buku jang Oetama : Jejak dan Perjuangan HOS Tjokroaminoto. Foto: MI/Mohamad Irfan.

Metrotvnews.com, Jakarta: Raden Haji Oemar Said Tjokroamino menemukan kesalahan dalam pembentukan konsep sosialisme barat. Maka dari itu, dia merombak ajaran sosialsime tersebut dengan membentuk sosialisme cara Islam.

 
Menurut Tjokro, sosialisme Islam ini bertujuan untuk melaksanakan kedamaian dan keselamatan berdasarkan tafsir Islam yang memiliki empat makna utama. Aslama yang berarti ketundukan, Salima atau keselamatan, Salmi atau kerukunan, dan Sulami yang bermakna tangga.
 
“Setiap muslim yang menjalankan ajarannya dengan sungguh-sungguh haruslah melalui tingkatan-tingkatan yang bermakna keselarasan dunia dan akhirat sebagai simbo menuju derajad kesempurnaan hidup,” ujar Aji Dedi Mulawarman, penulis buku Jang Oetama: Jejak dan Perjuangan HOS Tjokroaminoto, di Jakarta.
 
Berdasarkan empat makna Islam itu, Tjokro membuat dua prinsip utama sosialsime Islam. Kedua prinsip tersebut adalah Kedermawanan Islami dan Persaudaraan Islam.
 
Kedermawanan dalam hal ini berarti tindakan kebajikan untuk meraih cinta Allah. Sedangkan Persaudaraan Islam menekankan pada persaudaraan yang dibangun bukan berdasarkan suku, ras dan strata sosial.  Akan tetapi berdasarkan ketakwaan.
 
Dedi menjelaskan, sosialisme Islam hendaknya tidak dipahami sebagai penerimaan terhadap Sosialisme Marxis. Hal ini dikarenakan, dalam konteks Islam, sosialisme yang sempurna berarti bahwa manusia tidak hidup untuk dirinya sendiri atau hanya untuk relasi sosial saja.
 
"Menurut Tjokro dalam bukunya (Islam dan Sosialisme), untuk mencapai sosialisme cara Islam, masyarakat harus mencapai kehidupan sejati dengan perilaku berdasarkan keimanan kepada Allah. Dengan demikian, konsep sosialsime yang digagas Tjokro ini begitu berbeda dengan model sosialisme manapun," kata Dedi.



(ADM)