Tersangka Kasus Penjualan Kondensat Minta Pemeriksaan Ditunda

Lukman Diah Sari    •    Jumat, 22 May 2015 13:59 WIB
korupsi migas
Tersangka Kasus Penjualan Kondensat Minta Pemeriksaan Ditunda
Bareskrim. Foto: BBC

Metrotvnews.com, Jakarta: Bekas pemilik PT Trans Pacific Petrochimical Indotama (TPPI) Honggo Wendratno sedianya diperiksa Bareskrim Polri hari ini. Tapi, Honggo tak datang.  

Melalui pengacaranya, Honggo meminta pemeriksaan ditunda. "Belum datang,  penasihat hukumnya bilang setelah tanggal 29," ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Victor Edison Simanjuntak di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2015).  

Hari ini, kata Victor, penyidik menjadwalkan memeriksa tiga orang. Ada dua orang selain Honggo yang akan dimintai keterangannya. Namun Victor enggan mengungkap identitas saksi-saksi tersebut.

Penyidik, kata Victor, juga telah memeriksa bekas Kepala BP Migas Raden Priyono yang juga berstatus tersangka. Total, dalam kasus yang merugikan negara hingga Rp2 triliun itu, Bareskrim sudah memeriksa 30 saksi.

Honggo dan Priyono adalah dua dari tiga orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Satu tersangka lain adalah Djoko Harsono, mantan pejabat BP Migas.

Kasus ini bermula di 2009 saat SKK Migas melakukan penunjukan langsung penjualan kondensat bagian negara kepada PT TPPI. Proses tersebut diduga melanggar keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-20/BP00000/2003-SO tentang Pedoman Tata Kerja Penunjukan Penjualan Minyak Mentah/Kondensat Bagian Negara dan Keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-24/BPO0000/2003-SO tentang pembetukan Tim Penunjukan Penjual Minyak Mentah/Kondensat Bagian Negara.

Penyidik menilai ada pelanggaran Pasal 2 dan atau Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31/1999 tentang Tipikor dan atau Pasal 3 dan Pasal 6 UU 15/2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana telah diubah dengan UU No 25/2003.

Kasus yang diklaim Bareskrim sebagai 'mega korupsi' ini mencapai Rp2 triliun atau USD156 juta. Direktur Tipid Eksus Brigjen Victor Edy Simanjuntak mengaku sudah mengantongi nama calon tersangka dalam kasus yang sudah berproses penyidikan ini.


(KRI)