Lewat Potret dan Lukisan, 2 Warga Korea Ini Gambarkan Keindahan Indonesia

Nia Deviyana    •    Jumat, 22 May 2015 14:22 WIB
kultur
Lewat Potret dan Lukisan, 2 Warga Korea Ini Gambarkan Keindahan Indonesia
Foto: Metrotvnews.com / Nia Deviyana

Metrotvnews.com, Jakarta: Keindahan alam Indonesia sudah dikenal jauh sebelum bangsa ini merdeka.

Hal tersebut rupanya juga diakui warga Korea bernama Kim Sung Weol. Kim, demikian perempuan paruh baya ini disapa, tinggal di Indonesia sejak 17 tahun lalu. Minatnya terhadap dunia travelling, mengantarkannya ke Negeri Seribu Pulau ini.

Kim tak hanya bepergian dari satu daerah ke daerah lain di Indonesia. Ia juga mendokumentasikan keindahan Indonesia lewat jepretan-jepretan kameranya.

"Foto-foto saya tentang Indonesia tak bisa dihitung. Saya sudah 24 kali ke Bromo, tak terhitung juga beberapa kali ke Aceh dan Papua," ujar Kim saat ditemui di Korea Cultural Center, Jakarta Selatan, Kamis malam (21/5/2015).

"Indonesia alamnya unik, eksotis, dan tidak dingin seperti di Korea. Mungkin karena itu saya betah di sini," lanjut dia sambil tertawa.

Entah pujian atau sindiran, Kim kemudian menyebut orang Indonesia sangat santai. Namun, hal itu rupanya yang membuat ia nyaman berada di sini.

"Kalau di Korea, saya seperti dikejar-kejar waktu. Tapi di sini, saya bisa santai karena orang-orangnya juga santai. Saya suka itu," imbuhnya dengan bahasa Indonesia yang bercampur aksen Korea.

Jika Kim mendokumentasikan keindahan Indonesia lewat jepretan kameranya, Tae Bok Lee justru memilih medium kanvas dan cat untuk melukiskan kekagumannya terhadap negeri yang pernah dijajah Belanda selama 350 tahun ini.

Lee, demikian ia disapa, juga telah lama tinggal di Indonesia, 23 tahun. "Separuh diri saya sudah Indonesia," ujarnya.

Lee kemudian menjelaskan mengapa ia betah tinggal di Indonesia. "Orang Indonesia hatinya seperti malaikat, alamnya juga. Lewat lukisan, saya belajar mencintai Indonesia," terangnya.

Hal itu, bisa jadi merupakan pengakuan jujur dari Lee, melihat objek lukisannya kebanyakan bercerita tentang masyarakat Indonesia, seperti pembagian sembako, kawanan anak-anak, dan kebiasaan seorang kakek yang duduk di bale (sebutan kursi bambu) setiap sore hari.

Namun, sesekali ia juga menjadi pelukis potret yang menggambarkan keindahan alam seperti sawah, gunung dan pantai.




 

 



(AWP)