Kawasan Terpadu untuk Tingkatkan Perekonomian Timur Indonesia

Husen Miftahudin    •    Jumat, 22 May 2015 15:12 WIB
pertumbuhan ekonomi
Kawasan Terpadu untuk Tingkatkan Perekonomian Timur Indonesia
Kadin Indonesia (Foto: dokumen Kadin Indonesia)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah tengah gencar membangun infrastruktur di seluruh Indonesia untuk meningkatkan perekonomian nasional. Sayangnya, pembangunan tersebut hanya berkonsentrasi di bagian barat dan tengah wilayah Indonesia, sedangkan wilayah timur masih tak digalakkan.

Meskipun pemerintah menggalakkan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Industri di beberapa wilayah Indonesia, namun wilayah timur masih belum mendapat porsi yang maksimal. Hal ini karena kurangnya keterpaduan dalam menjangkau kawasan-kawasan tersebut.

Menurut Ketua Bidang Investasi, Banking, Finance dan Pengembangan Usaha Kadin Indonesia Wilayah Timur, Reza V Maspaitella, wilayah timur Indonesia harus ada kawasan terpadu agar saling berkaitan dan terintegrasi. Maka itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia wilayah timur sepakat untuk membangun Kawasan Terpadu di beberapa daerah timur Indonesia.

"Kita (wilayah timur Indonesia) ada potensi perikanan, pertanian, peternakan dan pariwisata. Maka itu kita akan bangun Kawasan Terpadu bukan KEK atau pun Kawasan Industri, tapi Kawasan Terpadu. Artinya bukan mengenai luasannya, tetapi kita akan membangun suatu pembangunan hulu-hilir dimana seluruh industri ada di sana," ungkap Reza, dalam Jumpa Pers Trade & Investment Forum Wilayah Indonesia Timur, di Menara Kadin Indonesia, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2015).

Keterpaduan hulu-hilir tersebut, jelas dia, merupakan suatu keterpaduan antarsektor sebagai penunjang industri yang telah pemerintah bangun melalui Kawasan Industri dan KEK. Misalnya, Kawasan Terpadu untuk pertanian yang akan dibangun di Sulawesi Selatan, Kawasan Terpadu untu Peternakan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kawasan Terpadu untuk perikanan yang akan dibangun di Maluku.

"Contoh industri udang untuk Kawasan Terpadu perikanan, di sana sudah ada pelabuhan nusantara di mana ada beberapa cold storage di Ambon. Kita akan akselerasi percepatan dengan mengembangkan kawasan ini menjadi lebih luas dan kita akan bawa masuk investor untuk industri pengalengan perikanan, untuk cold storage (pengolahan prosesingnya) dan sebagainya," papar Reza.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga akan menggandeng pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) timur Indonesia. Termasuk menggandeng Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) untuk menyediakan Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai wujud pengembangan SDM masyarakat yang ada di wilayah timur Indonesia tersebut.

Di Maluku sendiri, aku Reza, saat ini belum memiliki BLK. Hal ini yang terus diupayakan pihaknya dalam mendorong Kemanaker untuk menyediakan BLK di daerah tersebut. Selain itu, ia juga meminta pemerintah pusat dan daerah untuk menyediakan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang Perikanan sebagai menunjang integrasi industri perikanan yang ada di wilayah Maluku.

"Integrasi ini untuk menunjang integrasi industri perikanan di sana, baik itu dalam segi pengolahan, restoran sebagai penunjang pariwisata bahkan energi sebagai pendorong pesatnya Kawasan Terpadu Perikanan. Ketiga aspek keterpaduan SDM itu sangat diperlukan, karena ketika selesai mereka langsung bisa diterjunkan diterjunkan di perusahaan dan restoran yang membutuhkan di sana," pungkas Reza.



(ABD)

Istri Novanto akan Diperiksa Besok

Istri Novanto akan Diperiksa Besok

19 minutes Ago

Rencananya, Deisti akan diperiksa, besok, Senin, 20 November 2017.

BERITA LAINNYA