Pemerintah Harus Cabut Izin Pengimpor Beras Plastik

Meilikhah    •    Jumat, 22 May 2015 15:17 WIB
kasus beras plastik
Pemerintah Harus Cabut Izin Pengimpor Beras Plastik
Polisi melakukan razia beras. (Foto: Antara/Didik Suhartono)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah diminta bertindak cepat dan tegas mengusut kasus penemuan beras plastik di Bekasi dan Bogor. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menduga, beras sintetis diimpor dari negara tetangga.
 
Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi menilai, pemerintah terlalu santai mengusut peredaran beras sintetis di masyarakat. Bahkan, belum ada tindakan tegas yang dilakukan pemerintah usai temuan beras berbahaya itu.
 
“Pemerintah harus bertindak cepat mengantisipasi ini. Usut peredarannya dari hulu dan hilir. Pelakunya harus diberikan tindakan tegas secara hukum. Tindakan ini sangat keterlaluan. Kalau terbukti beras impor, importirnya yang harus dicari dan dibekukan izinnya. Dia harus diproses hukum," kata Tulus, saat ditemui Metrotvnews.com, di kantor YLKI Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2015).
 
Sebagai upaya preventif, pemerintah melalui Kemendag, Disperindag dan BP POM harus bersinergi mengusut beras plastik. Terutama di pasar tradisional.
 
"Kenapa pasar tradisional? Karena beras itu sangat mudah dijual tanpa ada pengawasan ketat. Kalau supermarket saya kira mereka tidak mau gegabah. Pemeriksaan pasti lebih ketat sebelum masuk, mereka pasti hati-hati. Di supermarket biasanya yang dijual beras kemasan," katanya.
 


(FZN)