YLKI: Beras Plastik Bukan Hal Baru

Meilikhah    •    Jumat, 22 May 2015 15:36 WIB
kasus beras plastik
YLKI: Beras Plastik Bukan Hal Baru
Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi. (Foto: MTVN/Meilikhah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kasus peredaran beras plastik dinilai bukan hal baru. Sebab, dibeberapa negara perah ditemukan kasus serupa. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Pemerintah bertindak cepat mengatasi masalah itu.
 
Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi mengatakan, kasus beras palsu berbahan plastik pernah terjadi di Tiongkok, Malaysia dan Thailand. Indonesia diketahui sering impor dari negara-negara tersebut.
 
"Pemerintah harus mengusut beras plastik itu asalnya dari mana. Kalau impor harus dicari rantai impornya dan mencabut izinnya. Ini sangat penting untuk menghentikan peredaran beras berbahaya,” kata Tulus saat ditemui Metrotvnews.com, di kantor YLKI, Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2015).
 
Menurutnya, peredaran beras plastik di dalam negeri tidak aneh. Sebab, meski punya daerah lumbung padi, pemerintah masih impor bahan pokok. "Bukan hal mustahil (beras plastik) merembet ke Indonesia. Apalagi, Indonesia masih mengimpor beras dari negara tetangga," ujarnya.
 
Ia mengimbau masyarakat tetap waspada dan teliti saat membeli beras. Masyarakat bisa mengenalinya secara fisik dan menghindari membeli beras di bawah harga normal.
 
"Masyarakat harus lebih cermat memilih beras. Kalau warnanya bening tanpa warna putih susu ditengah bulir, patut diduga itu beras palsu. Beras ini mirip IR, bening. Agak sulit, tapi tetap waspada," katanya.
 


(FZN)