Jamaah Tertahan di Arab Saudi Tiba di Jakarta Esok Hari

Fajar Nugraha    •    Jumat, 22 May 2015 15:58 WIB
wni tertahan di jeddah
Jamaah Tertahan di Arab Saudi Tiba di Jakarta Esok Hari
WNI banyak yang melakukan ibadah Umrah ke Makkah (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Jeddah: Perkembangan terbaru dari 49 jamaah warga negara Indonesia (WNI) yang tertahan di Jeddah, menunjukkan hasil positif. 49 WNI itu dipulangkan hari ini.
 
"Setelah dilakukan mediasi dengan PT Tisaga Multazam (salah satu provider visa dari muassasah di Arab Saudi yang memproses visa jemaah JMBI) sepakat menanggung pemulangan 49 jamaah umrah yang tertahan di Jeddah," ujar Konsul Jenderal RI di Jeddah, Dharmakirty Syailendra Putra, dalam keterangan yang diterima Metrotvnews.com, Jumat (22/5/2015).
 
"Jamaah diberangkatkan hari ini (Jumat) via Dubai dengan Emirate EK 806, pada pukul 10.50, dari Jeddah. Rencana tiba di Jakarta besok Sabtu (23/5/2015) pagi dengan EK 368 sekitar pukul 06.00," lanjutnya.
 
Ke-49 WNI tersebut berangkat umrah bersama travel Jaya Mandiri Bersama Indonesia (JMBI). Dari 49 jamaah, 15 di antaranya berangkat dari Indonesia pada 5 Mei 2015 dan berencana pulang pada 14 Mei 2015.
 
Sebelumnya, berdasarkan keterangan tertulis dari salah satu pihak keluarga, tidak ada dari pihak travel yang mendampingi jamaah selama perjalanan umrah. Dhamarkirty pun mengakui bahwa pihak travel JMBI tidak bisa dihubungi.
 
Selama di Jeddah ke-49 jamaah WNI itu hanya dititipkan oleh pihak travel kepada orang-orang tertentu yang tidak terkait dengan perusahaan itu.
 
Tetapi KJRI terus berupaya memberikan bantuan kepada WNI. Ini termasuk menghubungi pihak berwenang di Arab Saudi.
 
Jamaah yang tertahan itu pada dasarnya bersedia untuk kembali dengan membeli tiket pulang sendiri. Namun mereka tidak bisa membeli tiket, karena paspor ditahan oleh pihak hotel terkait pembayaran yang belum diselesaikan oleh pihak travel.



(FJR)

Novanto tak Bisa Gunakan Hak Imunitas DPR

Novanto tak Bisa Gunakan Hak Imunitas DPR

2 hours Ago

Kasus hukum yang menjerat Novanto adalah pidana dan di luar tugas pokok dan fungsi (tupoksi) an…

BERITA LAINNYA