Kesaksian Pelanggan Aborsi Online

Tri Kurniawan    •    Jumat, 22 May 2015 16:46 WIB
aborsi online
Kesaksian Pelanggan Aborsi <i>Online</i>

Metrotvnews.com, Jakarta: Akun Twitter @jualaborsi salah satu yang diminati pelaku aborsi. Puluhan testimoni pelanggan mengalir di akun @jualaborsi.

Admin @jualaborsi berkomunikasi dengan pelanggan melalui telepon genggam. Salah satu pelanggan dinnakenny memuji obat aborsi yang ia beli dari @jualaborsi.

"Bang obatnya manjur. Tadi malam dah keluar. Ni pendarahannya sampai kapan ya?," bunyi komunikasi dinnakenny dengan @jualaborsi. "3 harian udah kelar sis," jawabnya.

Eryta juga menggugurkan kandungan dengan obat yang dijual secara online. "Bang barusan dah keluar. Ni daging yang sisa biar keluar semua harus diapain lagi?," tanyanya ke @jualaborsi.




Jual aborsi menganjurkan Eryta meminum obat warna putih untuk membersihkan rahim.

@jualaborsi menyantumkan nomor telepon dan pin BlackBerry di Twitternya. Akun tersebut diduga dikendalikan dari Solo, Jawa Tengah. Ia mengirim pesanan melalui perusahaan ekspedisi.

Pengamat kriminalitas Ridlwan Habib mendesak polisi mengusut penjual obat aborsi via online. “Secara etika jelas sangat salah. Secara hukum juga berpotensi melanggar KUHP di Pasal 348 dan 349 tentang aborsi,” kata dia, Jumat (22/5/2015).
            
Pasal 348 dan 349 KUHP mengatur hukuman bagi pelaku aborsi dan juga bagi pihak yang membantu aborsi termasuk penjual obat. “Apalagi, kalau obatnya ilegal, bisa kena pasal lain juga,” tambahnya.

Alumni S2 Kajian Stratejik Intelijen UI itu menyebutkan di UU Kesehatan 36 tahun 2009 hukuman bagi pelaku aborsi ilegal diatur di pasal 194. “Ancaman hukumannya mencapai 10 tahun dan denda Rp1 miliar,” katanya.


(TRK)