OJK Siap Jadikan BPD Jawara di Daerah

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 22 May 2015 17:46 WIB
ojk
OJK Siap Jadikan BPD Jawara di Daerah
OJK siap perkuat BPD (Foto: MTVN/Suci Sedya Utami)

Metrotvnews.com, Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku siap mendorong penguatan Bank Pembangunan Daerah (BPD) melalui transformasi dari setiap sisi. Penguatan yang dilakukan ini diharapkan meningkatkan daya saing dan ketahanan BPD di masa-masa yang akan datang.

Demikian disampaikan Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan VI OJK Heru Kristiyana, dalam konferensi pers mengenai persiapan peluncuran transformasi BPD, di Kantor Pusat OJK, Jalan Lapangan Banteng Timur, Jakarta Pusat, Jum'at (22/5/2015).

Heru menjelaskan, nantinya pada 26 Mei, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meluncurkan transformasi di Istana Negara yang akan dihadiri oleh OJK, para pemimpin daerah, para pimpinan DPRD, dan sejumlah asosiasi perbankan daerah.

Dirinya meyakini, BPD nantinya akan bisa menjadi bank yang kuat secara kelembagaan, bank yang kompetitif, dan bank yang mempunyai daya saing tinggi serta yang terpenting adalah BPD memiliki kontribusi signifikan pada pengembangan daerah.

"Kita buat BPD jadi champion (jawara) di daerahnya, yakni melalui penguatan tata kelola (governance), pengembangan SDM, managemen risiko, dan dilengkapi perbaikan IT," ungkapnya.

Selama ini, peran BPD dalam pembangunan daerah masih sangat minim yaitu hanya sebanyak 26 persen. BPD lebih fokus untuk memberikan kredit pinjaman yang bersifat komersial dari pada yang produktif. Untuk itu, dibutuhkan penguatan modal yang disuntik dari pemilik saham terbesar yakni pemda setempat melalui penyertaan modal.

"Dalam launching ada ikrar dari seluruh stakeholder, pemilik, pemimpin dan daerah untuk menyatakan komitmen membantu permodalan BPD. Nanti juga komitmen dari seluruh direksi dan komisaris untuk lakukan transformasi," pungkasnya.


(ABD)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

5 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA