Apa Referensi Jokowi Pilih Srikandi Pansel Pimpinan KPK

Patricia Vicka    •    Jumat, 22 May 2015 19:23 WIB
pansel kpk
Apa Referensi Jokowi Pilih Srikandi Pansel Pimpinan KPK
Betti Alisjahbana menjadi anggota Pansel Pimpinan KPK, Ant/ Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Banyak pihak mempersoalkan Presiden Joko Widodo menetapkan sembilan perempuan dalam Panitia Seleksi (Pansel) Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mengapa Presiden tak memasukkan pria dalam Pansel?

Pusat Anti Korupsi (PUKAT) Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta tak mempermasalahkan keputusan itu. Sebab, masalah gender tak relevan dengan tugas dan kinerja para anggota Pansel.

"Yang pentingkan kapasitas mereka," ujar Direktur PUKAT UGM Zainal Arifin Mochtar di Yogyakarta, Jumat (22/5/2015).

Ia menilai Presiden Jokowi tepat dalam mengangkat sembilan anggota pansel. "Saya bilang ini adalah pilihan yang cukup baik. Mereka punya kapasitas dan integritas yang cukup di bidangnya," tukas pria kelahiran Ujung Pandang 8 Desember 1978 ini.

Namun ia merasa Presiden perlu memberitahu alasan memilih para 'Srikandi' calon pemimpin KPK.

"Saya bukan menggugat, hanya ingin mengetahui alasan pak Jokowi memilih mereka. Referensi apa yang digunakan Pak Jokowi untuk menetapkan mereka?" tutur dosen Hukum Tata Negara UGM ini.

Tidak adanya anggota pansel yang pernah berkecimpung sebagai penegak hukum atau anggota KPK menurutnya bukan masalah.

"Saya paham tak ada yang mengerti 'jeroan' KPK. Tapi yang terpenting mereka harus rajin berkomunikasi dan berdiskusi dengan para anggota KPK untuk mengetahui bisnis proses di KPK," tutupnya.

Presiden RI Jokowi telah mengumumkan sembilan nama anggota pansel ketua Kpk, pada Kamis (21/5/2015). Semua anggota pansel adalah wanita yang memiliki berasal dari berbagai bidang.

Sembilan srikandi itu yaitu:
1. Destry Damayanti, ahli ekonomi keuangan dan moneter
2. Eni Nurbaningsih, pakar hukum tata negara Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional
3. Harkristuti Harkrisnowo, pakar hukum pidana dan HAM, Kepala Badan Pengembangan Manusia Kemenkum
4. Betti S Alisjahbana, ahli IT dan manajemen
5. Yenti Garnasih, pakar hukum pidana ekonomi dan pencucian uang
6. Supra Wimbarti, ahli psikologi SDM dan pendidikan
7. Natalia Subagyo, ahli tata negara pemerintahan
8. Diani Sadia wati, ahli di Bappenas
9. Meuthia Ganie Rochman, ahli sosiolog korupsi dan modal sosial


(RRN)

Ganjar Pranowo Bantah Tudingan Nazaruddin

Ganjar Pranowo Bantah Tudingan Nazaruddin

1 hour Ago

Nama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo disebut-sebut sebagai salah satu orang yang menerima …

BERITA LAINNYA