'Anggota TNI' Dibekuk karena Rampas Sepeda Motor

Agus Josiandi    •    Jumat, 22 May 2015 20:02 WIB
pencurian
'Anggota TNI' Dibekuk karena Rampas Sepeda Motor
Pelaku perampasan sepeda motor mengenakan seragam TNI dibekuk Polres Sampang, Metrotvnews.com/ Agus Josiandi

Metrotvnews.com, Sampang: Polres Sampang, Jawa Timur, membekuk dua pelaku perampasan yang menyamar sebagai anggota TNI Angkatan Darat (AD). Polisi pun mengamankan sejumlah barang bukti yang mereka gunakan untuk beraksi seperti senjata api mainan, kartu tanda anggota palsu, sepeda motor, laptop, dan handphone korban.

Kedua pelaku bernama Moh Arifin, 30 dan Ahmad Riyadi, 20. Polisi menangkap mereka di rumah masing-masing di Sumenep.

Mereka mengaku mengaku sebagai anggota TNI saat beraksi. Mereka merampas harta benda korban lalu menjualnya.

"Untuk kebutuhan hidup, Pak. Saya memang ingin menjadi TNI tapi tidak lolos," kata Arifin dalam rilis kasus di Mapolres Sampang, Jumat (22/5/2015).

Salah satu aksi mereka yaitu di Sampang. Arifin mengajak korban bernama WIL, 21, warga Surabaya, berjalan-jalan ke Madura. Setibanya di Sampang, ia menurunkan korban dan merampas harta bendanya, termasuk sepeda motor.

"Tersangka ini juga pernah melakukan aksinya di Mojokerto dan Kediri. Mereka merampas motor korban yang rata-rata wanita," jelas Kasat Reskrim Polres Sampang,  AKP Hari Siswo.

Hari mengatakan modus mereka yaitu berteman dengan calon korban melalui media sosial Facebook. Mereka menjalin keakraban. Lalu, mereka mengajak korban keluar kota.

Saat beraksi, Arifin mengenakan seragam TNI AD yang ia beli di Pasar Wonokromo Surabaya seharga Rp300 ribu. Ia beraksi dengan bantuan temannya, Ahmad Riyadi.

Kini, keduanya dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukuman mereka maksimal 12 tahun kurungan.
 


(RRN)