Pengamat: Kejahatan Online Jauh Lebih Berbahaya

LB Ciputri Hutabarat    •    Jumat, 22 May 2015 21:53 WIB
Pengamat: Kejahatan Online Jauh Lebih Berbahaya
Ilustrasi Kejahatan Elektronik--Dok. MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Tindak kriminal mulai marak terjadi melalui media elektronik dalam beberapa waktu terakhir ini. Mulai dari munculnya prostitusi online, hingga perdagangan obat aborsi online.

Pengamat Kriminolog Universitas Indonesia, Erlangga Masdiana mengatakan tindak kriminal melalui media elektronik ini jauh lebih berbahaya bagi masyarakat.

"Saya rasa, jauh lebih berbahaya menggunakan media elektornik ya. Baik itu memakai internet atau enggak. Karena dari segi kuantitatif sudah sangat banyak yang bertebaran di media sosial. Selain itu mungkin agak susah penanganannya," kata Erlangga saat dihubungi Metrotvnews.com, Jumat (22/5/2015) malam.

Erlangga menjelaskan, pergeseran tindak kriminal melalui media elektronik disebabkan oleh perkembangan jaman. Hal ini ditambah lagi, mudahnya akses media elektronik di akses oleh para pelaku kejahatan.

"Ya, sekarang kan zamannya sudah berkembang. Pelaku kriminal saya lihat juga lebih adaptif. Dulu orang melakukan kejahatan interpersonal secara langsung. Bawa golok, bawa pisau dan langsung berhadapan dengan korban. Sekarang sudah beda," jelasnya.

Erlangga juga menambahkan kejahatan melalui media elektronik juga disebabkan oleh tipe masyarakat sekarang yang jauh lebih ramah dengan penggunaan elektronik. "Yang paling mendasar adalah tingkat adaptif yang cepat," tutupnya.

Baru-baru ini media sosial kembali digegerkan dengan munculnya akun twitter @jualborsi yang memperjualbelikan obat penggugur kandungan. Ironisnya banyak pula kesaksian para pelanggan yang menyebutkan obat yang dijual itu manjur.
(AZF)