KPK: Kalau Hadi Poernomo Menang, Entah Sistem Apa yang Dipakai Hakim

Yogi Bayu Aji    •    Jumat, 22 May 2015 22:37 WIB
KPK: Kalau Hadi Poernomo Menang, Entah Sistem Apa yang Dipakai Hakim
Wakil Ketua KPK Sementra Indriyanto Seno Adji. Foto: MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak mau kalah di praperadilan mantan Direktur Jenderal Pajak Hadi Poernomo. Mereka mempersiapkan strategi khusus yang berbeda dengan praperadilan mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan mengabulkan permohonan praperadilan Ilham Arief. KPK kalah lantaran tak bisa menunjukan alat bukti untuk menetapkan Ilham sebagai tersangka seperti permintaan hakim.

"Di praperadilan Hadi Poernomo coba kita ikuti, bawa semua alat bukti tiga troli dua koper. Kalau masih dikalahkan juga, saya tidak tahu sistem apa yang dipakai hakimnya," kata Pelaksana Tugas Pimpinan KPK Indriyanto Seno Adji di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2015).

Indriyanto mengaku menjadi saksi ahli di Kejaksaan Agung. Dia menegaskan, penunjukan alat bukti sebelum perkara pokok adalah melanggar domain penyidik.

"Kalau alat bukti berapapun tidak bisa dinilai oleh siapapun kecuali sudah masuk pokok perkara jadi ini sangat aneh hakim praperadilan meminta menunjukkan dua alat bukti di proses pretrial dengan mengaitkan unsur dalam sangkaan," beber dia.

Indriyanto pun memastikan, ketika penegak hukum kalah praperadilan seperti di Ilham Arief, mereka masih bisa menjeratnya lagi sebagai tersangka. Hal ini, kata dia, sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam uji materi pasal 77 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

"Putusan MK halaman 106 membolehkan penerbitan sprindik (Surat Perintah Penyidikan), kita akan lengkapi lagi," papar dia.

(AZF)