Ini Alasan Pasangan Pengantin Gunakan Jasa WO 'Penipu' Wawai Bride

Aedy azeza ulfi    •    Sabtu, 23 May 2015 01:47 WIB
Ini Alasan Pasangan Pengantin Gunakan Jasa WO 'Penipu' Wawai Bride
Niko Septianus dan Asri Pitasari, pasangan yang tertipu WO Wawai Bride--Metrotvnews.com/Aedy Azeza Ulfi

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebanyak 61 pasangan pengantin gagal menikah karena ditipu oleh Wedding Organizer (WO) Wawai Bride. Salah satunya, pasangan Niko Septianus, 30 dan Asri Pitasari, 29, yang merugi puluhan juta akibat tergiur dengan berbagai keuntungan yang diberikan WO milik Bulan Sri Wulan ini.

Niko mengungkapkan alasannya tertarik memilih WO ini, karena tergiur dengan berbagai bonus tambahan yang ditawarkannya. 

"Dia (pemilik WO, Bulan Sri Wulan) bilang dapat bonus 100 piring siomay dan 100 piring dimsum untuk katering," ujar Niko kepada Metrotvnews.com, di kediamannya, Jalan Kenanga II, Jati Uwung Jaya, Cibodas, Tangerang, Jumat (22/5/2015) malam.

Tak hanya itu, ia pun mengaku tergiur dengan WO yang menipunya ini lantaran tidak ada biaya tambahan di luar biaya paket yang disetujui.

"Saya pilih paket harga Rp55,5 juta yang sudah termasuk baju pengantin, gedung, katering dan foto pra wedding. Saya pilih WO ini dibanding yang lain karena harga yang disebutkan sudah fix sampai akhir, tidak ada plus plus biaya seperti WO lain," Jelas Niko.

Niko mengaku mengetahui WO gadungan ini dari teman sekolahnya bernama Siska, yang juga menggunakan jasa WO ini. Namun tak disangka, Niko dan temannya Siska pun ternyata menjadi korban penipuan WO gadungan ini. 

Padahal, Niko sudah menetapkan tanggal pernikahan, pada 9 Januari 2016 mendatang. Sedangkan, Siska akan melangsungkan pernikahan, pada 5 Desember 2015. Keduanya, baru mengetahui menjadi korban penipuan, pada Senin 18 Mei 2015 lalu.

Sebelumnya, Niko bersama dua pasangan pengantin lainnya melaporkan WO label Wawai Bride ke Polsek Cengkareng, Kamis 21 Mei 2015. Mereka melapor karena menjadi korban penipuan WO tersebut. Bahkan, WO gadungan ini pun telah menipu sebanyak 61 pasangan pengantin lainnya, dengan kisaran kerugian mencapai Rp 5 miliar.
(AZF)