Pengamat: Revitalisasi Pasar Dapat Cegah Peredaran Beras Plastik

LB Ciputri Hutabarat    •    Sabtu, 23 May 2015 08:36 WIB
Pengamat: Revitalisasi Pasar Dapat Cegah Peredaran Beras Plastik
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pembenahan pasar dinilai sebagai salah satu langkah ampuh untuk mengurangi peredaran beras plastik. Sayangnya, selama ini pembenahan pasar hanya dilihat dari segi fisik.

"Salah satu caranya saya pikir penataan dan pembenahan pasar-pasar tradisional. Makanya yang namanya revitalisasi pasar bukan hanya perkara buat building baru, tapi manajemnnya di dalam dan pengawasannya harus diperbaruhi," kata Pengamat Ekonomi Pertanian, Bustanul Arifin dalam Bincang Pagi, Metro Tv, Jakarta, Sabtu (23/5/2015)

Bustanul menjelaskan, kasus ini juga harus diikuti dengan kesadaran penuh dari pengguna beras itu sendiri mengingat beras merupakan makanan pokok utama rakyat Indonesia.

"Kita juga perlu bilang dan menyadarkan pengusaha 'mbok' yang bertanggung jawab. Mengarah kepada pendewasaan konsumen juga untuk lebih hati-hati," jelasnya.

Sementara itu, Bustanul menambahkan, dengan adanya kasus beras plastik ini Indonesia dapat dikategorikan lemah dalam ketahanan pangan. Tak hanya itu, ia juga menyebutkan kasus beras ini tergolong dalam kejahatan tingkat tinggi.

"Beras plastik juga membahayakan manusia. Karena kalau plastik tertelan tubuh akan menyebabkan kanker dan seterusnya. Kalau terbukti ada kesengajaan sampai mencelakakan boleh disebutkan kejahatan luar biasa," pungkasnya.
(AZF)