On This Day: Balas Dendam AC Milan kepada Liverpool di Athena

Hilman Haris    •    Sabtu, 23 May 2015 08:25 WIB
pada hari ini
On This Day: Balas Dendam AC Milan kepada Liverpool di Athena
AC Milan juara Liga Champions 2006--2007 usai menang 2-1 atas Liverpool (MUSTAFA OZER / AFP)

Metrotvnews.com, Athena: AC Milan kalah secara tragis dari Liverpool di final Liga Champions 2004--2015 yang berlangsung di Istanbul, Turki. Milan yang ketika itu sudah unggul 3-0 pada babak pertama gagal merengkuh trofi karena Liverpool sukses memenangkan laga melalui babak adu penalti setelah lebih dulu menyamakan skor menjadi 3-3 pada interval kedua.

Kekalahan dengan cara seperti itu sudah pasti melukai hati pemain, jajaran pelatih, manajemen, dan fan I Rossoneri. Beruntung, kesempatan untuk balas dendam diperoleh Milan pada musim 2006-07. Liverpool kembali menjadi lawan mereka di final Liga Champions yang pada saat itu dihelat di Stadion Olimpiade Athena, Yunani, 23 Mei 2007.

Hasrat Milan untuk membungkam Liverpool sempat tertunda karena pertandingan sempat diganggu masalah teknis. Sebelum laga, kondisi di dalam dan di luar stadion kacau karena polisi mulai kesulitan menahan gelombang suporter yang memaksa masuk ke tribun. Situasi ini diduga bisa terjadi karena ada sekitar 5.000 suporter yang masuk ke dalam stadion menggunakan tiket palsu.

Gara-gara hal itu, para penonton yang memegang tiket asli akhirnya tidak diberi akses untuk masuk ke dalam stadion karena pihak kepolisian merasa tribun sudah penuh. Ribuan suporter akhirnya melakukan sejumlah tindakan anarkis dengan memecahkan sejumlah kaca agar bisa masuk ke dalam stadion. Melihat kejadian ini, polisi setempat akhirnya bereaksi dengan melepaskan gas air mata dan tembakan peringatan.

Beruntung problem bisa cepat diatasi sehingga laga final tidak terganggu. Di dalam stadion, fan Milan bersorak setelah Filippo Inzaghi berhasil mencetak dua gol masing-masing pada menit ke-45 dan ke-82. Namun, keceriaan itu tidak berlangsung lama. Tujuh menit kemudian, tepatnya pada menit ke-89, Liverpool memperkecil kedudukan dan membuat bayang-bayang tragedi final Liga Champions 2004--2005 kembali menghantui suporter Milan. 

Paolo Maldini dkk berusaha sangat keras agar situasi tersebut tidak terulang. Mereka sekuat tenaga merapatkan barisan pertahan agar Liverpool tidak menyamakan kedudukan. Pelatih Milan ketika itu, Carlo Ancelotti, juga berusaha mengamankan skor dengan memasukkan bek Giuseppe Favalli pada injury time. 

Kerja keras Milan akhirnya terbayar. Liverpool gagal menambah gol pada sisa pertandingan. Milan menang dengan skor 2-1 guna mengunci titel Liga Champions untuk ketujuh kalinya sekaligus membalas sakit hati dari Liverpool. 
 


(HIL)