Filipina Buka Keran Ekspor Produk Newsprint Indonesia

Husen Miftahudin    •    Sabtu, 23 May 2015 10:21 WIB
ekspor
Filipina Buka Keran Ekspor Produk <i>Newsprint</i> Indonesia
Ekspor (MI/RAMDANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Filipina secara resmi mengeluarkan notifikasi Definitive General Safeguard Measure on the Importations of Newsprint from Various Countries yang membuka kran ekspor produk newsprint Indonesia. 

Pemerintah Filipina memberikan pengecualian bagi Indonesia dan negara-negara lain yang memenuhi aturan de minimis atau share impor kurang dari tiga persen berdasarkan aturan WTO, Agreement on Safeguard.

Notifikasi dikeluarkan pada 5 Mei berupa pengenaan safeguard duty sebesar PHP 980.00 per MT untuk tahun pertama, PHP 800.00 per MT untuk tahun kedua, dan PHP 640.00 per MT untuk tahun ketiga.

"Pengecualian bea masuk safeguard oleh Filipina terhadap produk newsprint asal Indonesia ini adalah kesempatan yang baik bagi para eksportir dan produsen produk kertas, khususnya newsprint. Mereka dapat memanfaatkan pangsa pasar ekspor di Filipina yang kembali terbuka dan meningkatkan kinerja ekspor Indonesia dalam rangka mendukung pencapaian target peningkatan ekspor 300 persen," ungkap Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Partogi Pangaribuan, melalui keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu (23/5/2015).

Seperti diketahui, penyelidikan safeguard untuk produk kertas newsprint dimulai sejak 20 September 2013. Berdasarkan argumentasi yang disampaikan oleh Kementerian Perdagangan kepada Tariff Commission Filipina, maka Department of Trade and Industry Filipina memutuskan bahwa Indonesia merupakan negara berkembang yang memiliki market share impor di bawah tiga persen dari total impor Filipina untuk produk newsprint.

"Dengan demikian, Indonesia telah memenuhi persyaratan untuk dikecualikan dari pengenaan safeguard measure ini," ujar Partogi.

Sebelum dimulainya proses investigasi pada 2012, total volume ekspor Indonesia berdasarkan International Trade Centre (ITC) sebesar 2.302 ton. Sementara itu, total impor Filipina pada periode yang sama sebesar 48.912 ton.

Selama proses investigasi safeguard berlangsung pada 2013, ekspor produk newsprint Indonesia ke Filipina tercatat mengalami penurunan menjadi sebesar 134 ton pada 2014. Ada pun market share produk newsprint Indonesia mengalami penurunan dari 4,71 persen pada 2012 menjadi 0,23 persen pada 2014.


(ABD)