Warga Gunungkidul Temukan Beras Meleleh saat Dibakar

Erwin Hidayat    •    Sabtu, 23 May 2015 11:09 WIB
kasus beras plastik
Warga Gunungkidul Temukan Beras Meleleh saat Dibakar
Sampel beras meleleh saat dibakar ditemukan di Gunungkidul, Metrotv/ Erwin Hidayat

Metrotvnews.com, Wonosari: Seorang warga Gunungkidul, Yogyakarta, mengaku menemukan beras yang meleleh saat dibakar. Idealnya, beras hangus saat api membakarnya.

Kejadian itu ditemukan warga bernama Sunarmo asal Dusun Duwet, Desa Karangwuni, Kecamatan Rongkop, Gunungkidul. Ia heboh setelah membeli lima kilogram beras pada 5 Mei 2015.

Kemasannya bertuliskan beras C4 Super Rojo Lele. Ia membelinya di sebuah toko dekat Kantor Pos Rongkop.

Ia memberikan beras kepada istrinya. Lalu sang istri mencampurnya dengan beras hasil panen.


(Sunarmo, warga Gunungkidul. menunjukkan beras yang gosong meleleh saat dibakar, Metrotv/Erwin Hidayat)

Setelah melihat pemberitaan beras plastik di televisi, Sunarmo iseng-iseng membuktikan kualitas beras yang ia beli. Ia kemdian membakar sedikit beras panen yang bercampur dengan beras yang ia beli.

"Hasilnya, beras yang saya beli tidak gosong, tapi meleleh dan menggumpal, tetapi beras hasil panen dan raskin semua hangus jadi abu," ujarnya, Jumat (22/5/2015).

Sunarmo menduga beras yang ia beli itu beras plastik. Lalu, ia melaporkan temuannya ke Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Pertambangan Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindagkoptam ESDM) Kabupaten Gunungkidul.


(Polisi mendatangi rumah Sunarmo, warga yang berasnya meleleh saat dibakar, Metrotv, Erwin Hidayat)

Kepala Seksi Distribusi dan Perlindungan Konsumen Disperindagkop ESDM, Kabupaten Gunungkidul, Supriyadi, belum berani menyimpulkan apakah beras tersebut benar dari plastik atau bukan. Namun, katanya, tim gabungan Disperindagkop dan polisi setempat telah memeriksa kemungkinan tersebut.

"Memang faktanya menggumpal saat dibakar tapi kami belum bisa memastikan sebelum ada uji laboratorium," sebutnya.

Pihaknya juga akan membawa sampel beras tersebut untuk diuji di laboratorium. Saat ditanya apakah ia akan membawanya ke BBPOM, ia menampiknya.

"Sepertinya di laboratorium Dinas Kesehatan saja," tuturnya.

Kapolsek Rongkop, AKP Sunarto menduga, beras tersebut dibawa dari luar wilayah Rongkop. Selain melihat dan menguji beras di rumah Sunarmo, ia menyita sedikit beras dari Sunarmo. Di samping itu, ia menyita satu kemasan beras C4 Super Rojo Lele ukuran lima kilogram dari sebuah toko di dekat Kantor Pos Rongkop, dan nasi hasil olahan beras tadi, sebagai barang bukti.


(RRN)