Sekjen PBB: Selamatkan Pengungsi, Atasi Akar Permasalahan

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 23 May 2015 16:44 WIB
rohingya
Sekjen PBB: Selamatkan Pengungsi, Atasi Akar Permasalahan
Sekjen PBB Ban Ki-Moon (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Yangon: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-Moon mendorong negara di Asia Tenggara atasi akar permasalahan yang membuat pengungsi Rohingya bermigrasi.

Ban mengatakan, dia sudah membahas masalah darurat ini dengan para pemimpin di Myanmar, Malaysia dan Thailand. Ban meminta agar negara-negara itu melakukan pencarian dan penyelamatan bagi para pengungsi, selain juga memberikan penampungan serta reintegrasi.

"Sangat penting untuk menyelamatkan manusia," ujar Ban, yang melakukan lawatan ke Hanoi, Vietnam, seperti dikutip Associated Press, Sabtu (23/5/2015).

"Penting juga untuk tidak mengirim mereka (para pengungsi) kembali ke tempat mereka terancam situasi bahaya," lanjutnya.

Lebih dari 3.600 pengungsi yang merupakan warga etnis Rohingya dan Bangladesh, telah mendarat di Indonesia, Malaysia dan Thailand sejak 10 Mei 2015. Ribuan lainnya diyakini yang masih terdampar di laut.

PBB memperingatkan waktu makin menepis dan negara-negara harus mulai membantu para pengungsi yang berada di laut. Malaysia pun telah memulai proses pencarian dan penyelamatan terhadap pengungsi yang menumpang kapal kayu untuk bermigrasi.

Empat kapal Angkatan Laut Malaysia sudah melakukan pencarian dari kapal itu sejak Jumat (22/5/2015). Menurut Kepala Angkatan Laut Malaysia Abdul Aziz Jaafar, tiga helikopter dan tiga kapal lainnya dipersiapkan.

Indonesia bersama Malaysia sebelumnya sudah mengumumkan untuk memberikan tempat penampungan bagi pengungsi. Penampungan itu akan beroperasi selama satu tahun.

Amerika Serikat (AS) mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh Indonesia dan Myanmar. Namun Wakil Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, mendesak Myanmar untuk memberikan kewarganegaraan untuk Rohingya.

Menurut Blinken, warga Muslim Rohingya seharusnya mendapat jalan memperoleh kewarganegaraan sebagai cara membantu menyelesaikan krisis kemanusiaan yang tengah berlangsung di kawasan itu. Ketidakpastian karena tidak memiliki status apapun merupakan salah satu hal yang mungkin menyebabkan orang-orang itu pergi.

Indonesia bukanlah negara yang meratifikasi Konvensi Pengungsi tahun 1951. Namun Indonesia menerapkan prinsip non-refoulement atau prinsip tidak memulangkan kembali para pencari suaka atau pengungsi ke wilayah asal mereka di mana mengalami kekerasan atau diskriminasi.

Atas dasar ini Indonesia menerima pengungsi Rohingya dan Bangladesh. Untuk sementara mereka ditempatkan di beberapa lokasi di Aceh.
 


(FJR)

Kasus KTP-el, KPK Periksa Mayus Bangun untuk Setya Novanto

Kasus KTP-el, KPK Periksa Mayus Bangun untuk Setya Novanto

1 hour Ago

KPK hari ini memeriksa Chief Business Operation PT Astra Graphia IT Mayus Bangun, Astra Graphia…

BERITA LAINNYA