TNI Jadi Capim KPK, JK: Harus Pensiun

Al Abrar    •    Sabtu, 23 May 2015 21:25 WIB
kpk
TNI Jadi Capim KPK, JK: Harus Pensiun
Wakil Presiden Jusuf Kalla. (foto:Antara).

Metrotvnews.com, Jakarta: Panitia Seleksi (Pansel) Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi telah diumumkan Presiden Joko Widodo. Wacana pimpinan KPK dari unsur TNI muncul untuk meminimalisir perselisihan antara KPK dan lembaga lainnya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla tak mempermasalahkan unsur TNI memimpin lembaga antikorupsi itu. Hanya saja, syarat dan ketentuan yang diatur Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 harus dipatuhi.

"Itu tidak diperbolehkan Undang-Undang. Kecuali 10 lembaga yang diperbolehkan dalam Undang-Undang," kata JK usai sholat Maghrib di Mesjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta, Sabtu (23/5/2015).

JK menyebut, anggota TNI aktif yang ingin menjadi pimpinan KPK harus pensiun terlebih dahulu. Pria asal Makassar ini mengapresiasi komitmen TNI untuk tidak melakukan dwi fungsi.

"Sekali lagi, kita sangat berterima kasih bahwa TNI sejak reformasi dan menyatakan tekadnya untuk tidak dwi fungsi sejak tahun 2000. Karena itu boleh saja TNI aktif (menjadi pimpinan KPK) tapi harus pensiun dulu. Tidak boleh aktif, karena tidak diperbolehkan undang-undang," tandas orang nomor dua di republik ini.


(DRI)

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

1 day Ago

Miryam S. Haryani yang menyebut ada pertemuan anggota Komisi III DPR dengan pejabat KPK setingk…

BERITA LAINNYA