Ical: Ini Kesepakatan Sementara untuk Pilkada

Al Abrar    •    Minggu, 24 May 2015 00:32 WIB
golkarkisruh golkar
Ical: Ini Kesepakatan Sementara untuk Pilkada
Wapres Jusuf Kalla (kiri) bersama Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (tengah) dan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal bakrie (kanan) berbincang serius ketika menghadiri open house di kediaman JK. (Foto: Antara).

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali Aburizal 'Ical' Bakrie mengatakan kedua kubu telah mencapai kesepakatan agar dapat ikut dalam pilkada langsung. Namun, proses hukum terkait kepengurusan Partai Golkar masih terus berjalan.

"Ini sementara kesepakatan untuk pilkada‎. Setelah itu proses hukum jalan terus," kata Ical selepas bertemu Mantan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla di Kediaman Wakil Presiden, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5/2015).

Ical menyebut, JK telah berbicara dengan Agung Laksono terkait kisruh kedua kubu. Agung sepakat nasib karir politik kader di daerah merupakan hal yang penting untuk diselamatkan.

Kader di daerah yang ingin bersaing di pilkada pun sudah bisa mendaftarkan diri di Kantor DPD Golkar. Tim akan dibentuk untuk menyaring kader-kader yang akan bersaing.

"Sekarang sudah boleh daftar ke kantor DPD Golkar di daerah. Kantor DPD cuma 1 kan. Nanti dibikin tim ketua DPD yang kemudian ada beberapa orang dengan tim lain," jelas Ical.

Sedangkan mengenai status kepengurusan yang sah, Ical tak banyak komentar. Ical meminta seluruh pihak menunggu proses hukum yang sedang ditempuh selesai.

"Saya nggak tahu soal itu (banding Agung Laksono). Soal hukum ya jalan terus, nanti kita tahu yang sah," kata Ical.

Diketahui, Ical baru saja bertemu dengan Mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla untuk membicarakan kisruh kedua kubu yang tak kunjung usai. JK prihatin kisruh yang tak selesai berdampak buruk bagi karir politik kader Golkar di daerah.

Pria asal Makassar ini pun menjembatani perdamaian dua kubu. Sebelum menerima Ical, JK telah menerima kedatangan Agung Laksono di Kediaman Wakil Presiden beberapa hari lalu.


(DRI)