Ketua Perhapi: Ubah Paradigma Tata Kelola Batu Bara

Annisa ayu artanti    •    Minggu, 24 May 2015 15:44 WIB
batu bara
Ketua Perhapi: Ubah Paradigma Tata Kelola Batu Bara
Ilustrasi tambang batu bara. ANTA RA FOTO/Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah diminta mengubah paradigma terhadap penggunaan batu bara dalam mengelola tata kelola batu bara di Indonesia.

Ketua Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Budi Santoso Budi mengatakan seharusnya pemerintah memacu penyerapan batu bara di dalam negeri. Sehingga berguna baik Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan juga untuk bahan bakar rumah tangga.

"Ada paradigma yang salah dari pengelolaan batu bara," kata Budi, dalam sebuah Energi Kita di Bumbu Desa, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Minggu (24/5/2015).

Dalam diskusinya, Budi memaparkan kesalahan paradigma yang ada di mana industri batu bara hanya dilihat dari sisi sumber pendapatan negara saja. Sedangkan pada realisasinya, komoditas tambang ini belum dijadikan andalan.

"Ada paradigma yang salah dalam pengelolaan batu bara. Kita lihat hanya pendapatan pemerintah saja, seharusnya menempatkan batu bara komoditi yang vital," ujar dia.

Ia menjelaskan, bila menggunakan batu bara menjadi suatu komoditas utama dan vital akan bisa meningkatkan eksistensi ekonomi daya saing juga kedaulatan dan ketahanan energi Indonesia.

Ia menyebutkan produksi batu bara Indonesia saat ini sebanyak 400 juta ton per tahun, namun sebanyak 75 persen diekspor sehingga manfaat untuk ketahanan energi Indonesia tidak ada.

"Produksi kita 400 juta ton, diekspor 75 persen. Manfaat optimum kita tidak tercapai," pungkas dia.


(AHL)