Travel Pengirim Jawaban UN SD Disandera di Aceh

Mufti Sholih    •    Minggu, 24 May 2015 17:43 WIB
un berbasis komputer
Travel Pengirim Jawaban UN SD Disandera di Aceh
Naskah UN SD---MI/Immanuel Antonius

Metrotvnews.com, Meulaboh: Sebuah mobil travel berpelat hitam pengangkut Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) tingkat SD disandera puluhan sopir di Simeuleu, Kabupaten Aceh barat, Minggu (24/5/2015). Sopir juga menyandera sejumlah dokumen penting negara yang ada di mobil itu.

Lusi, 37, salah seorang penumpang menuturkan, LJUN tingkat SD dan sederajat dari Kabupaten Simeulue tersebut sedianya diantarkan langsung ke Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh untuk pemeriksaan.

"Kami dari Dinas Pendidikan Simeulue dan mobil yang kami carter ini bukan mobil rental biasa tapi khusus mengantarkan dokumen negara ke Banda Aceh. Tidak tahu kenapa rombongan kami diadang sopir mobil L-300 dan mobil kami diambil," kata Lusi seperti dilansir Antara, Minggu sore.

Selain membawa dokumen penting, rombongan Dinas Pendidikan Simeulue itu juga ditugaskan membawa 13 orang siswa mengikuti perlombaan festival lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) bersama dengan tiga orang pendamping di Banda Aceh.
 
Rombongan tersebut mendarat Minggu pagi di Dermaga Taluk  Labuhan Haji Barat, Kabupaten Aceh Selatan, setelah menempuh 10 jam perjalanan laut mengunakan kapal ferry. Rombongan dijemput dua unit mobil berpelat hitam.

Sesampainya di wilayah Meulaboh, kedua unit mobil tersebut sempat dikejar dengan mobil L-300 yang menduga mobil rombongan itu membawa penumpang umum. Akhirnya, mobil yang digunakan Lusi dan rombongan dihentikan di kawasan Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan.

"Setelah dikejar mobil diambil dan dibawa ke terminal Bus Meulaboh, semua ban mobil dikempeskan sehingga kami terlantar. Padahal sore ini kami harus sudah sampai ke Banda Aceh untuk mengikuti perlombaan anak-anak," katanya.

Tidak lama berselang, polisi berseregam lengkap dan bersenjata langsung turun ke terminal Bus Meulaboh. Polisi kemudian membawa mobil yang disandera sopir untuk diproses di Mapolres Aceh Barat bersama dengan sejumlah sopir yang menangkap. Sekitar 1,5 jam di Mapolres mobil tersebut akhirnya dilepas dan semua penumpang dari Kabupaten Simeulue dibawa kembali dengan dua unit mobil tersebut menuju Banda Aceh.

"Kami sudah berangkat dengan mobil ini tadi, semoga saja anak-anak tidak terlambat sampai ke Banda Aceh untuk mengikuti perlombaan," sebut Lusi.

Sementara itu, sopir L-300 tetap akan melakukan penangkapan setiap mobil travel berpelat hitam membawa penumpang umum. Sebab, sopir menganggap hal itu merupakan pelanggaran dan sudah ada nota kesepakatan pemerintah yang turut direstui Kapolda Aceh.

"Kami tetap menahan mobil travel ilegal karena sudah ada kesepakatan bersama, kalau ke depan kami temukan lagi mobil-mobil yang sama dengan sopir yang sama maka tidak segan-segan kami akan membakar," kata Amri salah seorang sopir.
 


(TII)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA