Nyabu di Rumah Kosong, 4 Pemuda Dibekuk Polisi

Agus Josiandi    •    Minggu, 24 May 2015 19:30 WIB
narkotika
Nyabu di Rumah Kosong, 4 Pemuda Dibekuk Polisi
Keempat pemuda diamankan polisi setelah tertangkap sedang menghisap sabu-sabu. Foto: Metrotvnews.com/Agus Josiandi

Metrotvnews.com, Bangkalan: Empat pemuda berhasil diringkus Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Bangkalan saat  tengah asyik berpesta narkoba jenis sabu-sabu.

Penggrebekan terhadap keempat pemuda tersebut dilakukan di sebuah rumah kosong yang terletak di Dusun Rabesen, Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan, Madura.

Diketahui ke empat pemuda tersebut bernama Priston Pratama Siahaan Bin Rudy Siahaan, 25, warga, Surabaya; Fantan Desi Permadi Bin Hanafi, 22, warga Kenjeran Surabaya; dan Abd. Rahman, 23, warga Desa Blandungan, Gresik. 

Ketiganya merupakan pengguna sabu yang datang ke Bangkalan untuk menikmati barang haram itu. Sementara itu, salah seorang lainnya, yakni Moh Fattah, 23, merupakan pengedar narkoba warga Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan.

“Kami gerebek lokasi pesta sabu-sabu tersebut setelah mendapat informasi dari masyarakat," kata Kasat Reskoba Polres Bangkalan, AKP Hery Kusnanto, saat ditemui di ruang kerjanya, Minggu (24/5/2015).

Namun sayang, dalam penggerebekan yang dilakukan Jumat (22/5/2015) itu, polisi gagal membekuk pemilik rumah. "Tersangka berinisial P, pemilik rumah kosong, saat ini sudah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang. Dia kabur sesaat sebelum petugas datang," tegas Hery.

Dari hasil penggeledahan di tempat kejadian perkara (TKP), polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, yakni kantong plastik berisi sabu-sabu seberat 1 gram, kompor sabu, serta alat hisap sabu. 

Keempat tersangka dijerat dengan pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman minimal empat tahun penjara.



(UWA)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA