Pengadilan Tipikor Gelar Empat Sidang Korupsi Hari Ini

Achmad Zulfikar Fazli    •    Senin, 25 May 2015 04:35 WIB
korupsi transjakartakorupsi migas
Pengadilan Tipikor Gelar Empat Sidang Korupsi Hari Ini
Tersangka dua kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait kegiatan di Kementerian ESDM dan dugaan korupsi kegiatan sosialisasi, sepeda sehat dan perawatan gedung kantor Sekretariat Jenderal ESDM Waryono Karno. (Foto:MI/Rommy Pujianto)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) akan menggelar empat sidang bagi terdakwa kasus dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hari ini, Senin (25/5/2015). Dalam agenda sidang di antaranya, majelis hakim akan memberikan putusan sela pada terdakwa Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bangkalan nonaktif, Fuad Amin Imron, dan Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Waryono Karno.

Sidang dijadwalkan digelar pukul 09.00 WIB. Sedangkan, Pengadilan Tipikor pun akan menggelar sidang atas terdakwa Direktur PT Soegih Interjaya, Willy Sebastian Lim, pukul 09.00 WIB dan mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, pukul 10.00 WIB. Dalam sidang ini, Sebastian Lim akan mengajukan eksepsi dan pemeriksaan saksi dalam kasus pengadaan bus Transjakarta, Udar Pristono.

Fuad Amin Imron didakwa terlibat kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) serta diduga terlibat kasus korupsi minyak dan gas saat masih menjabat sebagai Bupati Bangkalan.

Jaksa penuntut umum mendakwa Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bangkalan nonaktif, Fuad Amin Imron, mencuci uang sebesar Rp229,45 miliar. Fuad dinilai berbuat jahat dengan menempatkan, mentransfer, membawa ke luar negeri, atau menyembunyikan hartanya.

Menurut jaksa, politikus Gerindra itu menempatkan duitnya di penyedia jasa keuangan dengan saldo akhir Rp139,73 miliar dan USD326,091 (sekitar Rp4,23 miliar). Dia juga membayar asuransi sejumlah Rp4,23 miliar. Fuad menggunakan duitnya untuk pembelian kendaraan bermotor sejumlah Rp7,177 miliar, tanah, dan bangunan sejumlah Rp94,9 miliar.

Akibat perbuatannya, KPK menjerat dengan Pasal 3 UU tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP. dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun dan denda Rp10 miliar.

Fuad juga didakwa menerima suap Rp18,5 miliar. Hal itu diduga terjadi sejak dia menjabat sebagai bupati Bangkalan periode 2003-2008 dan 2008-2013.

Duit itu diterima Fuad dari Direktur Human Resource Development PT Media Karya Sentosa (MKS) Antonius Bambang Djatmiko, bersama-sama dengan Presiden Direktur PT MKS Sardjono, Managing Director PT MKS Sunaryo Suhadi, Direktur Teknik PT MKS Achmad Harijanto, dan Pribadi Wardojo.

Pemberian itu karena Fuad telah mengarahkan tercapainya perjanjian konsorsium dan perjanjian kerja sama antara PT MKS dan PD Sumber Daya. Fuad juga memberikan dukungan untuk PT MKS kepada Kodeco Energy Co Ltd, terkait dengan permintaan penyaluran gas alam ke Gili Timur.

Dalam dakwaan ini, Fuad Amin dinilai melanggar Pasal 12 huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana, juncto Pasal 64 ayat 1 KUHPidana. Ancaman hukuman maksimal untuk politikus Gerindra itu 20 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.

Sementara itu, Jaksa KPK mendakwa Waryono dengan tiga dakwaan. Pertama, Jaksa mendakwanya telah memperkaya diri sendiri, orang lain dan korporasi. Atas perbuatanya itu, dia didakwa telah merugikan keuangan negara sebesar Rp11,124,736,447.

Ketiga, Waryono didakwa telah menerima gratifikasi berupa uang sebesar 284.862 dollar AS dan 50.000 dollar AS. Waryono diancam pidana dalam pasal 12 B Undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Udar Pristono terjerat kasus dugaan korupsi proyek pengadaan bus Transjakarta dan Bus Kota Terintegrasi Transjakarta (BKTB) pada Dinas Perhubungan DKI Jakarta 2013. Proyek tersebut bernilai Rp1,5 triliun.

Sebastian Lim didakwa lantara melakukan suap terhadap Direktur Pengolahan PT Pertamina, Suroso Atmomartoyo sebesar USD190,000.

Atas tindakannya ini, Sebastian Lim diancam pidana Pasal 5 ayat 1 huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.


(MEL)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA