Bunuh Anak Majikan, PRT Indonesia Divonis 12 Tahun Penjara

Willy Haryono    •    Senin, 25 May 2015 14:33 WIB
pembunuhan
Bunuh Anak Majikan, PRT Indonesia Divonis 12 Tahun Penjara
Ilustrasi pembunuhan. MTVN

Metrotvnews.com, Tampines: Seorang pembantu rumah tangga asal Indonesia yang menusuk dan mencekik anak majikannya di Singapura hingga tewas divonis 12 tahun penjara. 

Tuti Aeliyah, 30, mengaku bersalah di Pengadilan Tinggi Singapura, Senin (25/5/2015), atas pembunuhan Shameera Basha Noor, pelajar Sekolah Putri Tanjong Katong pada 14 November 2013. 

Seperti dikutip straitstimes.com, pasal yang dilayangkan kepada Tuti dikurangi setelah dirinya didiagnosis menderita depresi berat dan gangguan kejiwaan. Kondisi mentalnya terbukti telah memengaruhi tindakan pembunuhan secara signifikan. 

Dalam pengakuannya ke Pengadilan Tinggi Singapura, Tuti mengaku tidak mendapat perlakuan kasar dari majikannya sejak pertama kali diterima kerja pada April 2012. 

Beberapa bulan sebelum pembunuhan, Tuti mulai berperilaku aneh. Dia kehilangan bobot tubuh, tidak mau menelepon ke kampung halaman dan sering menangis. Dua pekan sebelum insiden, dia melontarkan niatan bunuh diri kepada PRT rumah tetangga. 

Dia juga mengaku kepada psikolog sempat mencoba bunuh diri di malam terakhir sebelum pembunuhan, tapi berakhir gagal. 

Keesokan paginya, Shameera masih tertidur saat kedua orangtua dan kakaknya meninggalkan rumah di area Tampines. Tuti mengklaim melihat sesosok hantu di toilet yang menyuruhnya membunuh Shameera. 

Pada pukul 08.00 pagi, Tuti yang memegang pisau dapur memasuki kamar dan menekan wajah Shameera dengan bantal. Shameera pun terbangun dan melawan. Tuti menusukkan pisaunya ke perut dan dada Shamerra. 

Tidak berhenti sampai di situ, Tuti mengambil sebuah kain berwarna hijau milik Shameera dan mencekik leher remaja 16 tahun itu hingga tewas. 

Usai membunuh, Tuti meminum pewangi pakaian, membuat luka goresan di pergelangan tangan dan mencoba gantung diri, namun gagal. 

Lewat tengah hari, saat ibu remaja itu pulang, Tuti mengaku telah membunuh Shameera. Terkejut setengah mati, wanita 47 tahun itu meminta bantuan tetangga, yang kemudian menghubungi polisi. 



(WIL)

Kasus KTP-El, Anggota DPR Markus Nari Ditahan KPK

Kasus KTP-El, Anggota DPR Markus Nari Ditahan KPK

2 weeks Ago

Jakarta: KPK menahan anggota DPR dari Fraksi Golkar Markus Nari, Senin, 1 April 2019. Markus me…

BERITA LAINNYA