Pengusaha Dilarang Pakai Tanah Sawah Jadi Infrastruktur

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 25 May 2015 14:46 WIB
kementerian pertanian
Pengusaha Dilarang Pakai Tanah Sawah Jadi Infrastruktur
Ilustrasi -- MI/PANCA SYURKANI

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) meminta dunia usaha, khususnya Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia agar tidak menggunakan tanah persawahan sebagai pengembangan proyek infrastruktur di Indonesia Timur.

Direktur Perluasan dan Pengolahan Lahan Kementan, Tunggul Imam Panuju mengatakan kawasan Timur Indonesia saat ini fungsi tanah sawahnya sudah banyak yang beralih, sehingga sudah sangat sedikit lahan untuk persawahan.

"Saya ingin dan minta bapak dan ibu, minta tolong wilayah timur jangan disentuh untuk area lahannya," kata Tunggul, ketika ditemui dalam acara "Trade & Investment Forum: East Indonesian Regions", di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (25/5/2015).

Pelaku usaha dinilai harus melihat keunggulan yang ada di sana, karena Indonesia Timur sangat baik untuk di sektor perkebunan, seperti yang di Papua yang punya perkebunan pala dan cokelat. Di sisi lain, saat ini wilayah Sulawesi belum tersentuh dan tidak dikembangkan secara maksimal.

"Cokelat itu level produksi, belum di pengolahannya. Singapura sudah bisa mengolah cokelat yang dikirim dari Indonesia," tutur dia.

Sedangkan peluang investasi perkebunan sorgum masih sangat lebar, nantinya bisa digunakan untuk makan ternak dan bahan bakar nabati. Adapun tanaman ini dapat ditemui di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua kendati potensinya belum sama sekali dilirik oleh kalangan dunia usaha.

"Belum dilirik kalangan pengusaha untuk dikembangkan, ini yang harus didorong," tukasnya.


(AHL)

Kasus KTP-El, Anggota DPR Markus Nari Ditahan KPK

Kasus KTP-El, Anggota DPR Markus Nari Ditahan KPK

2 weeks Ago

Jakarta: KPK menahan anggota DPR dari Fraksi Golkar Markus Nari, Senin, 1 April 2019. Markus me…

BERITA LAINNYA