Komisi I Mulai Bahas RUU Penyiaran dan Revisi UU ITE

Surya Perkasa    •    Senin, 25 May 2015 15:42 WIB
dpr
Komisi I Mulai Bahas RUU Penyiaran dan Revisi UU ITE
Tantowi Yahya. Foto: Angga Yuniar/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi I DPR mulai menjalankan fungsinya di masa sidang ke-IV. Komisi yang membidangi pertahanan, hubungan luar negeri dan komunikasi ini mulai memproses dua RUU dan satu revisi UU.

Wakil Ketua Komisi I DPR Tantowi Yahya mengatakan RUU yang dibahas yakni RUU Penyiaran dan RUU Radio Televisi Republik Indonesia. "Kita mau menyelesaikan dua RUU itu. RUU penyiaran dan RUU RTRI," kata Tantowi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2015).

Sedangkan UU yang direvisi adalah UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Komisi I, kata Tantowi, menilai beberapa bagian di dalam UU ITE perlu diubah karena banyak aturan yang tak lagi relevan dengan perkembangan teknologi.

"Fokus dan harus selesai. Tata tertibnya hanya dua, tapi karena pembahasan perubahan UU ITE hanya satu pasal, kami paksakan jadi tiga pembahasan," kata politikus Golkar tersebut.

Tantowi menambahkan, Komisi I juga ingin membahas amandemen UU Tentara Nasional Indonesia dan UU Hubungan Luar Negeri. Khusus UU Hubungan Luar Negeri, Kementerian Luar Negeri telah berinisiatif untuk mengusulkan revisi di program legislatif nasional (prolegnas) tahun depan.

"Sudah ada inisiatif dari Kemenlu untuk focus group discussion walaupun baru diusulkan tahun depan," kata dia.

Revisi untuk memperbarui UU Hubungan Luar Negeri yang telah berusia 16 tahun. Tantowi setuju revisi dilakukan karena praktik hubungan luar negeri Indonesia terus berkembang.

"Pelaksanaan hubungan luar negeri itu berdasarkan mengacu pada best practice zaman sebelumnya dan Konvensi Wina jadi rujukan, lalu lahir UU hubungan luar negeri," ujar Tantowi.


(KRI)