Hukum Harus Berakal Sehat dan Berhati Nurani

Dimas Prasetyaning    •    Senin, 25 May 2015 16:00 WIB
mpr ads
Hukum Harus Berakal Sehat dan Berhati Nurani

Metrotvnews.com, Semarang: Pelaksanaan aturan hukum saat ini sebatas pemenuhan prosedur. Sisi kemanusiaan yang harusnya dibela oleh hukum, malahan sering dipinggirkan demi prosedur yang ketat.

Demikian kritisk Ketua Badan Sosialisasi MPR Ahmad Basarah dalam peluncuran buku dan seminar "Pergeseran Pemikiran Hukum Dari Era Yunani Menuju Post Modernisme" di Patra Jasa Semarang Convention Hotel, Semarang, Senin (25/5/2015). Acara yang dengan peserta ratusan dosen dan mahasiswa ini hasil kerjasama MPR dengan Program Doktoral Ilmu Hukum Universitas Diponegoro.

"Prinsip dan pelaksanaan hukum seharusnya menggunakan dan mengedepankan akal sehat dan hati nurani," tegas Ahmad Basarah.

Pasca reformasi bergulir, salah satu perubahan fundamental yang terjadi adalah Indonesia sebagai negara hukum. Sejak itu maka tidak ada lagi anggota masyarakat yang kebal dari hukum apa pun pangkat dan jabatannya. 

Rektor Universitas Diponegoro Yos Johan, SH, M.Hum, di dalam sambutannya mengatakan bahwa hukum adalah materi yang selalu menarik sebab berkaitan dengan kewajiban dan hak, termasuk hak azasi manusia. Di dalam konteks tersebut maka hukum pun harus punya legalitas dan manfaat bagi rakyat banyak. 

"Saatnya meminggirkan legalitas yang kaku. Hukum seharusnya menerapkan empat K yakni Kepastian, Keadilan, Kemanfataan dan Kasih sayang," tegasnya.

Seminar ini adalah salah satu metode sosialisasi empat pilar kebangsaan. Sekaligus melalui seminar ini MPR mencari masukan dari masyarakat mengenai aturan hukum berlaku dan praktek penerapannya.
 


(LHE)

Kasus KTP-El, Anggota DPR Markus Nari Ditahan KPK

Kasus KTP-El, Anggota DPR Markus Nari Ditahan KPK

2 weeks Ago

Jakarta: KPK menahan anggota DPR dari Fraksi Golkar Markus Nari, Senin, 1 April 2019. Markus me…

BERITA LAINNYA