Pansel KPK Temui Jokowi di Istana Negara

Mufti Sholih    •    Senin, 25 May 2015 16:11 WIB
pansel kpk
Pansel KPK Temui Jokowi di Istana Negara
Pertemuan Presiden Joko Widodo dan Pansel KPK di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (25/5/2015). Foto: Mufti S/MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Panitia seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel KPK) menemui Presiden Joko Widodo. Ini pertamakalinya Pansel menghadap Presiden usai diumumkan 20 Mei lalu.

Sembilan anggota pansel itu datang dipimpin Destry Damayanti, Ketua Pansel. Mereka menghadap Presiden di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

"Kami dipanggil Presiden, belum tahu soal apa," kata Yenti Garnasih, salah seorang anggota Pansel, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2015).

Pertemuan dilangsungkan di salah satu ruangan di Istana Negara. Presiden nampak berbincang dengan kesembilan perempuan tersebut. Namun, tak diketahui pasti apa isi obrolan antara Presiden dan sembilan Hawa Pansel KPK.

Sebelumnya, Mensesneg Pratikno menyebut presiden mengundang Pansel datang ke Istana Negara. Presiden ingin menyampaikan harapan kepada Pansel.

"Nanti, Presiden mengundang pansel jam 15.00. Presiden ingin menyampaikan harapan besar pada pansel KPK. Presiden ingin menyampaikan mimpi presiden tentang pemberantasan korupsi, dan institutsi KPK seperti apa," kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin pagi.

Diketahui sebelumnya, Presiden sudah memilih sembilan ahli duduk sebagai pansel. Presiden mengatakan, tim diisi ahli hukum pidana, ahli hukum tata negara, hukum bisnis, ahli ekonomi, sosiolog, psikolog, ahli tata pemerintahan.

"Dengan kriteria ini komisioner punya kemampuan yang kuat, mampu meningkatkan sinergi KPK dalam rangka bangun sistem penecegahan korupsi," jelas Jokowi, Kamis lalu.

Berikut nama Pansel KPK:

1. Destry Damayanti, M.Sc,
• Seorang ekonom, ahli keuangan dan moneter
• Sebagai Ketua merangkap anggota

A2. Dr Enny Nurbaningsih, SH,
• Pakar Hukum Tata Negara,
• Ketua Badan Pembinaan Hukum Nasional,
• Sebagai Wakil Ketua merangkap anggota.

3. Prof. Dr. Harkristuti Harkrisnowo, SH, LLM,
• Pakar Hukum Pidana dan HAM,
• Ketua Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenkumham,
• Sebagai anggota.

4. Ir. Betti S Alisjabana, MBA,
• Ahli IT dan manajemen,
• Sebagai anggota.

5. Dr. Yenti Garnasih, SH, MH,
• Pakar hukum pidana ekonomi dan pencucian uang,
• Sebagai anggota

6. Supra Wimbarti, M.SC, Ph.D,
• Ahli psikologi SDM dan pendidikan,
• Sebagai anggota.

7. Natalia Subagyo, M.Sc,
• Ahli tata kelola pemerintahan dan reformasi birokrasi,
• Sebagai anggota.

8. Dr. Diani Sadiawati, SH, LLM,
• Ahli hukum,
• Direktur Analisa Peraturan Perundang-undangan Bappenas,
• Sebagai anggota.

9. Meuthia Ganie-Rochman, Ph.D,
• Ahli sosiologi korupsi dan modal sosial,
• Sebagai anggota.


(KRI)