Pengakuan Pedagang Penjual Beras Raskin Sintetis

Patricia Vicka    •    Senin, 25 May 2015 16:17 WIB
kasus beras plastik
Pengakuan Pedagang Penjual Beras Raskin Sintetis
Munarsih (baju Kuning) sedang ditanya Kapolres Sleman AKBP Farid Zulkarnaen perihal beras plastik yang dijualnya. Foto: Metrotvnews,com/Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Munarsih, pedagang yang menjual beras sintetis, mengakui bahwa itu berasal dari beras raskin. Ia mendapatkan beras raskin tersebut dari Desa Telogohadi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakaarta (DIY).

"Kakak saya yang dapat beras raskinnya. Lalu, dikasih ke saya. Saya jual di sini. Beras itu dibeli salah satu penjual di Kantin SMPN 3 Sleman," ujarnya ditemui Metrotvnews.com, di Pasar Denggung, Sleman DIY, Senin (25/5/2015).

Ia mengaku tidak mengetahui bahwa beras raskin yang didapatnya itu mengandung plastik. "Kemarin waktu dikasih ke saya, karungnya masih tertutup. Waktu dibuka, berasnya warnanya putih bersih. Waktu dipegang licin. Ga gampang patah juga. Saya ga bisa bedain beras palsu sama yang asli," jelas wanita paruh baya yang mengenakan kaos kuning ini.

Karena ketidaktahuannya itu, ia menjual bebas beras raskin tersebut. "Saya mulai menjual beras tersebut Sabtu (23/5/2015) seharga Rp7.000 per kg. Dibeli sama penjaga kantin (SMPN 3 Sleman) enam kilogram," tutur wanita asli Yogyakarta ini.

Sebelumnya, ditemukan beras diduga plastik di kantin SMPn 3 Sleman, Yogyakarta. Petugas kantin yang memasak beras tersebut curiga karena beras tersebut tak matang-matang dan lengket saat dimasak. Ia segera melaporkan kejanggalan tersebut pada Polres Sleman, Sabtu, 23 Mei.

Polres Sleman sudah mengamankan barang bukti berupa sembilan kilogram beras mentah dan dua ons beras masak untuk diteliti. Rencananya, hari ini Polres Sleman akan mengirimkan sampel beras ke BPPT untuk diuji coba keasliannya.
 


(UWA)