Menonton Film 3 Dimensi Baik untuk Otak

Agustinus Shindu Alpito    •    Senin, 25 May 2015 17:21 WIB
kesehatan
Menonton Film 3 Dimensi Baik untuk Otak
Nonton film 3D baik untuk otak. (Foto:zdnet.be)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi baru-baru ini menyimpulkan bahwa menyaksikan film dengan visual tiga dimensi ternyata mampu meningkatkan kualitas otak. Seperti dilansir The Guardian, ahli neuron Patrick Fagan dari Goldsmith University dan Profesor Brendan Walker dari Thrill Labotarory mengatakan, rangsangan visual tiga dimensi meningkatkan 23 persen pemrosesan otak terhadap film, atau sekitar 20 menit setelah menyaksikan film. 

Hasil ini berbeda dari film dua dimensi yang hanya meningkatkan 11 persen dari pemrosesan dalam otak. Hasil penelitian ini memang bervariasi, karena tiap individu memiliki cara yang berbeda dalam menelaah informasi.

Fagan dan Walker melihat adanya kemungkinan bahwa film tiga dimensi dapat dijadikan sarana untuk meningkatkan kemampuan kognitif mereka yang sudah berusia lanjut. Intinya, film tiga dimensi dapat dimaknai sebagai permainan untuk melatih otak.

Visual dari film tiga dimensi yang memukau sekaligus memberi efek dimensi mendalam membuat pemrosesan otak lebih tinggi juga rasa gembira dalam menikmati film. Dua hal ini penting untuk mencegah penuaan otak dan penyakit mental.

Meski kabar ini terdengar menggembirakan, kontroversi soal film tiga dimensi masih saja terjadi. Banyak di antara penonton yang mengeluhkan pusing setelah melihat film tiga dimensi. Tetapi, secara keseluruhan kabar ini tentu akan ditanggapi positif oleh penggemar film tiga dimensi dan juga industri film. Apakah Anda salah satu yang tertarik untuk pergi ke bioskop dan menonton film tiga dimensi setelah membaca kabar ini? (Mashable)


(LOV)